Foto: Dok. Media Istiqlal

Yakinilah, Pertolongan Allah SWT Sangat Dekat

Admin 23 Jan 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Nurul Fajriyah 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Saat mendapati ujian yang begitu berat dipikul, perjalanan dengan ragam tantangan begitu jauh ditelusuri, perjuangan begitu panjang dijalani, tetaplah yakin bahwa pertolongan Allah subhanahu wata'ala sangat dekat. 

Saat luka begitu perih dirasa, sakit tak kunjung sehatnya juga, lara yang amat menyesakkan dada, tetaplah senantiasa yakin bahwa pertolongan Allah amat dekat. 

Saat seluruhnya gelap tiada pelita, keadaan genting dan tiada satupun jalan keluar, tetaplah yakin bahwa Allah pertolongan Allah subhanahu wata'ala pasti akan tiba tepat waktunya. 

Sebagaimana yang telah dilalui Rasulullah SAW saat memohon kemenangan kaum muslim di perang yang sangat beaar, yang dinamakan oleh Allah ﷻ dengan sebutan Yaumal Furqan ‘hari pembeda’, yaitu perang Badar pada tahun kedua Hijriah. Saat itu beliau SAW terus berdoa sambil menengadahkan tangan. 

Mengutip dari laman bekalislam.com, ketika itu, kaum muslim hanya berkisar 300 lebih pasukan dengan persenjataan yang sangat terbatas harus melawan kurang lebih 1000 pasukan kaum musyrikin dengan persenjataan yang sangat kuat. 

Nabi Muhammad SAW  terus berdoa kepada Allah ﷻ  dengan berkata, 

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللَّهُمَّ إِنَّكَ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ العِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِسْلَامِ لَا تُعْبَدُ فِي الأَرْضِ 

Ya Allah, tepatilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam yang berjumlah sedikit ini musnah, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembah-Mua di muka bumi ini.”(HR. Muslim No. 1763) 

Nabi Muhammad SAW terus berdoa kepada Allah ﷻ hingga turun firman-Nya, 

﴿إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ﴾ 

“Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, maka akan diperkenankan bagi kalian, ‘Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut’.” (QS. Al-Anfal: 9) 

Dengan sebab pertolongan Allah ﷻ tersebut, Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat akhirnya menang dalam perang Badar tersebut. 

Allah ﷻ berfirman, 

﴿وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾
“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Ali-‘Imran: 123) 

Begitu pula dengan Nabi Ayub ‘Alaihissalam yang ditimpa penyakit bertahun-tahun, sampai orang-orang menjauhi dirinya, atas pertolongan Allah ﷻ, akhirnya, beliau sembuh ketika terus berdoa, sebagaimana yang Allah ﷻ abadikan dalam Al-Qur’an, 

﴿وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ﴾ 

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang’.” (QS. Al-Anbiya’: 83) 

Akhirnya, Allah ﷻ pun mengabulkan permohonan Nabi Ayub ‘Alaihissalam, dan belia pun sembuh. 

Serta kisah Nabi Yunus ‘Alaihissalam yang sempat ditelan ikan paus, 

إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ﴾ 

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkan urusannya, maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim’.” (QS. Al-Anbiya’: 87) 

Dari dalam perut ikan paus yang gelap, juga di kegelapan tengah laut pada malam hari, Nabi Yunus ‘Alaihissalam merendahkan dirinya di hadapan Allah ﷻ dan berdoa, sehingga akhirnya Allah ﷻ pun menolongnya. 

Maha Suci Rabb Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagi-Nya, sesungguhnya hanya Allah-lah yang Maha Mengabulkan doa, Dia yang maha mendengar seluruh isi hati hamba-Nya, yang diucapkan maupun yang tersembunyi di dalam lubuk hati. 

Janganlah kita berputus asa dari rahmat dan kasih sayang-Nya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ, "Maka berusahalah bersungguh-sungguh dalam doa, karena pasti Allah akan mengabulkannya bagi kalian." (HR. Muslim No. 479) 

Doa adalah perkara yang sangat agung, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ
Sesungguhnya doa adalah inti sari dari ibadah.”(HR. Bukhari) 

Maka janganlah menjadi hamba yang tersesat karena melakukan kesyirikan dengan mengharapkan pertolongan kepada selain-Nya. “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” (QS. Al-Ahqaf: 5) 

Semoga Allah ﷻ memberi kelapangan, kemudahan dan keberkahan dari setiap upaya yang mampu kita lakukan. “Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Maha Tegak, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan-Mu, perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkau limpahkan aku kepada diriku walau sekejap mata." (HR. Nasai).

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.