Jakarta, www.istiqlal.or.id - Voice of Istiqlal (Voist) bersama Kedutaan Besar Singapura menyelenggarakan acara santunan yatim dengan mengusung tema "Ramadhan di Istiqlal with Singapore Embassy 'Santunan Anak Yatim", di ruang VVIP Al-Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (18/03/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Minister for Social and Family Development, Minister in-charge of Muslim Affairs, and Second Minister for Health, H.E. Masagos Zulkifli, serta Singapore Ambassador, H.E. Kwok Fook Seng, dan diikuti oleh 100 anak yatim dari lingkungan Jabodetabek.
Wakil Direktur Voice of Istiqlal, Gugun Gumilar menuturkan, acara "Ramadhan di Istiqlal with Singapore Embassy 'Santunan Anak Yatim’”, diselenggarakan dalam rangka membangun kerjasama dengan Kedutaan Besar Singapura. Kegiatan tersebut bersifat penting, untuk mempererat hubungan tali silaturahmi dan kerjasama bilateral antara singapura dan Masjid Istiqlal, terutama dengan Kementerian Agama. Sebab, Singapura merupakan negara tetangga. Hendaknya, selalu terjalin kebersamaan dan kolaborasi antara Indonesia dan Singapura.
"Kepedulian kami terhadap anak-anak yatim piatu, meningkatkan rasa tali persaudaraan dan tali silaturahim kepada mereka. Inilah tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab masyarakat, serta tanggung jawab Istiqlal bersama Kedutaan Singapura,” tuturnya.
Gugun menambahkan, kerjasama ini akan menjadi upaya berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan training leadership para imam yang akan berlangsung di Singapura, bersama Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.
Pelatihan tersebut bertujuan agar para imam dapat menjadi global leader di masjid-masjid seluruh dunia. Harapannya, kegiatan tersebut dapat mempererat silaturahmi antar singapura dan Masjid Istiqlal, serta membangun Indonesia yang lebih baik.

Dalam acara tersebut juga terlaksana ceramah yang diisi oleh Kabid Penyelenggara Peribadatan BPMI KH Bukhori Sail Atthahiri. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan, salah satu hikmah puasa yaitu perintah untuk menahan diri dari hawa nafsu.
Contohnya, menahan diri dari keinginan untuk berbuka dengan sebanyak-banyaknya makanan. Meski demikian, hendaknya tetap mengingat kewajiban untuk melaksanakan salat maghrib.
“Perintah menahan diri di dalam puasa, membuat kaum muslim terlatih dalam mengendalikan diri. Maka hendaknya setiap muslim menaati perintah tersebut, agar ibadah puasanya diridhoi Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga kita mendapatkan surga-Nya,” ujarnya.
Acara turut diisi dengan pemberian hadiah secara simbolis, sesi games, santapan takjil bersama, salat berjamaah, kemudian berbuka bersama.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan kerjasama antar Indonesia dan Singapura dapat terus berjalan, serta dapat terus memberikan manfaat bagi banyak umat. (Lulu, Vistaufa dan Shabrina/ Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.