Jakarta, www.istiqlal.or.id - Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) resmi memulai perkuliahan dengan melaksanakan Upacara Pembukaan Perkuliahan (Academic Convocation) Tahun Akademik 2021/2022, di Kampus UII (Gedung Fakultas A), Depok, Jawa Barat, Senin (20/9/2021).
Upacara pembukaan perkuliahan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UIII Prof. Dr. Komaruddin Hidayat.
Dengan dimulainya perkuliahan di UIII, Komaruddin mengatakan bahwasanya tujuan didirikannya UIII bukan hanya untuk mencetak para mahasiswa agar menjadi ilmuwan, pengusaha, industriawan, filsuf, agamawan, politisi, atau ahli hukum.
"Namun pendidikan yang sejati ialah memelihara potensi manusia agar tetap menjadi manusia," ujar Komaruddin dalam sambutannya.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga memaparkan, bahwasanya mahasiswa S-2 UIII juga merupakan harapan baru bagi perkembangan Islam yang damai, toleran, dan rahmatan lil alamin. "Dengan sinergi yang dilangsungkan saya percaya kalian semua dapat menerapkan perubahan dan menciptakan dunia baru yang lebih baik," jelasnya.
Menghadiri upacara pembukaan perkuliahan UIII secara daring, Yaqut juga merasa bahagia dan berharap perkuliahan dapat berjalan lancar. "Diharapkan perkuliahan yang dimulai hari ini dapat berjalan lancar, dan berlangsung secara signifikan."
Dengan suasana yang akrab, Yaqut juga menyampaikan sebuah pribahasa, "Walau pandai kita berenang, karang laut jangan diterjang, walau layar sudah terkembang, pantang surut kita ke belakang."
Menghadiri upacara pembukaan perkuliahan UIII, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Jusuf Kalla, juga mendukung penuh lembaga pendidikan yang akan mencetak banyak akademika. "Kita semua berpikir bahwa kita butuh suatu lembaga yang bisa meningkatkan kualitas berpikir," terangnya.
"(Keberadaan) Universitas Islam Internasional di Indonesia tentu dapat meningkatkan pemikiran keagamaan, pemikiran tentang moderasi, pemikiran tentang islam internasional, pemikiran tentang peredamaian, sampai ilmu yang mendalam yang dibutuhkan kita semua."
Guna menopang harapan keberadaan UIII, Jusuf mengingatkan bahwasanya perkuliahan yang berlangsung harus diimbangi dengan penelitian dan kerja sama yang baik.
"Pembelajaran bukan hanya memberi kuliah, tapi pelajaran juga diikuti dengan penelitian, kerjasama yang baik, sehingga kita bisa dapat menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi kita semua," jelas Jusuf.
"jika ilmu yang diberikan bisa bermanfaat (bagi umat) maka itu menjadi amal yang tidak terputus bagi kita," tambah Jusuf.
Untuk diketahui, sistem pembelajaran semester pertama UIII tahun akademik 2021-2022, akan dilaksanakan secara online karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir.
Adapun mengenai jumlah mahasiswa, terdapat 98 orang yang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa Program Magister (S-2) UIII tahun akademik 2021-2022, di antaranya sebagai berikut.
1. 28 orang mahasiswa Program Magister Studi Islam Fakultas Studi Islam;
2. 23 orang mahasiswa Program Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial;
3. 22 orang mahasiswa Program Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis; dan
4. 25 orang mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan.
Mahasiswa baru UIII terdiri atas 58 persen laki-laki dan 42 persen perempuan dengan rincian 66 persen warga negara Indonesia dan 34 persen warga negara asing. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.