Foto: Dok. Media Istiqlal

4 Pesan Dalam Talkshow Peringatan Isra Mikraj di Istiqlal

Admin 29 Jan 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Mengusung tema "Membumikan Bahasa Langit: Membincang Kemuliaan Ibadah Shalat", Badan Pengelola Masjid Istiqlal menyelenggarakan Tabligh Akbar Isra Mi'raj di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (27/1/2025).

Pada tabligh akbar tersebut, terdapat pesan-pesan penuh hikmah dari tiga tokoh terkemuka yang berkesempatan menjadi pembicara, di antaranya Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, Cendekiawan Muslim dan Pakar Tafsir Prof. KH Quraish Shihab, dan Habib Husein bin Ja'far Alhadar.

Pada kesempatan ini para narasumber berbincang seputar kemuliaan ibadah shalat, sehingga dapat memahami esensi shalat sebagai wujud komunikasi antara hamba dan Sang Pencipta. Menag Nasaruddin membuka diskusi dengan paparan mendalam tentang makna spiritual shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Prof. Quraish Shihab memberikan wawasan mengenai kedalaman pesan Al-Qur'an terkait ibadah shalat. Menambah kehangatan diskusi, Habib Jafar membagikan perspektifnya yang segar dan relevan dengan generasi muda, menghubungkan nilai-nilai shalat dengan kehidupan modern.

Selain itu, empat pesan hikmah yang disampaikan dalam diskusi di antaranya

1. Makna Ayat Pertama Surah Al-Isra:

Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa istilah "abdihi" (hambanya) dalam ayat tersebut menunjukkan kemuliaan manusia sebagai hamba Allah. Posisi hamba mengajarkan bahwa manusia tidak memiliki apa pun, hanya menjalankan perintah Tuhan, dan menjadi alat untuk tujuan ilahi.

2. Dialog dalam Salat (Attahiyat)

Prof. Quraish menegaskan bahwa dialog dalam bacaan salat tidak memiliki dasar dari peristiwa Isra Mikraj, namun maknanya sangat dalam, yaitu penghormatan kepada Allah dan Nabi Muhammad. Bacaan tersebut menekankan keagungan ibadah dan doa.

3. Negosiasi Jumlah Salat

Habib Jafar menguraikan makna filosofis di balik peristiwa bolak-balik Nabi Muhammad meminta pengurangan jumlah salat, yakni sebagai wujud dialog demokratis, kemanusiaan dalam ajaran agama, dan toleransi. Hal ini juga mencerminkan kesinambungan ajaran Allah dari nabi-nabi sebelumnya.

4. Pembersihan Dada Nabi

Menag Nasaruddin mengartikan simbolisme pembersihan dada Nabi Muhammad oleh Malaikat Jibril sebagai penekanan pada pentingnya penyucian hati, bahkan untuk seseorang yang sudah mulia. Hal ini mencerminkan bahwa kesempurnaan spiritual adalah proses berkesinambungan.

Secara keseluruhan, acara ini bertujuan untuk menggali hikmah peristiwa Isra Mi'raj dan mendorong umat Islam untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan ajaran agama lebih membumi, dan meningkatkan kualitas ibadah serta hubungan dengan Allah.

Hadirin yang memadati lantai utama Masjid Istiqlal terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Suasana keakraban dan semangat belajar terasa begitu kuat, mencerminkan betapa pentingnya topik yang diangkat. Acara ini diharapkan mampu menginspirasi setiap peserta untuk lebih memahami dan mengamalkan ibadah shalat dengan kesungguhan hati.

Kegiatan ini juga disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube resmi Masjid Istiqlal. Dengan demikian, siapapun dapat menyaksikan dan mengambil manfaat dari acara ini, di manapun mereka berada. Hal ini menjadi wujud komitmen Masjid Istiqlal dalam menyebarluaskan dakwah dan ilmu agama ke seluruh penjuru negeri.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.