Jakarta, www.istiqlal.or.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa Istiqlal sebagai masjid kebanggaan bangsa Indonesia harus memiliki visi global, menjadi model global pengelolaan masjid dalam aspek program keagamaan, manajemen masjid, dan modernisasi dan diplomasi peradaban Islam Indonesia.
“Istiqlal harus punya visi global, menjadi salah satu model pengelolaan masjid internasional, dengan tetap tidak mengabaikan perannya dalam berkontribusi meningkatkan pengetahuan dan pengamalan keagamaan di Indonesia,” ujar Kamaruddin dalam kegiatan Rapat Kerja BPMI 2025, di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Peran Istiqlal secara global itu, menurut Kamaruddin dapat direalisasikan dengan diselenggarakannya program bertaraf nasional dan kemaslahatannya dirasakan masyarakat dan pengurus masjid se-Indonesia.
Istiqlal yang dicanangkan menjadi Imam bagi masjid-masjid di Indonesia, terang Kamaruddin, sudah harus memikirkan kemaslahatan bagi masjid-masjid yang menjadi ‘makmum’.
“(Saya menyarankan) Istiqlal untuk mengembangkan aktivitasnya, visinya dipertajam dan merespon kebutuhan umat secara rill, bisa membaca dinamika umat. Sudah saatnya Istiqlal memikirkan kondisi masyarakat secara nasional,” pesan Kamaruddin.
Sebagai imam masjid bagi masjid-masjid lain di Indonesia, Kamaruddin berpesan agar Istiqlal membuat program pembinaan takmir masjid di seluruh Indonesia, serta pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berbasis kebutuhan umat, antara lain Nazir Wakaf, Petugas Haji/Umrah, dan Keuangan Syariah.
“Bekerjasama dengan Dirjen Bimas Islam, Istiqlal bisa membuat grand desain pengembangan takmir, program pelatihan dan sertifikasi takmir masjid, hingga mencanangkan standardisasi honorarium takmir masjid nasional. Program ini penting untuk pengelolaan pengembangan tata kelola masjid secara nasional,” papar Kamaruddin.
Peluang perannya di kancah internasional, Sekjen Kemenag itu juga mendorong Istiqlal menjadi representasi Indonesia pada forum global, misalnya dengan menindaklanjuti momentum Deklarasi Istiqlal bersama lembaga-lembaga dunia dan menginisiasi program tingkat dunia, seperti konferensi masjid sedunia, forum ulama dan tokoh global, serta program dialog global kemanusiaan dan keberagaman.
Istiqlal Harus Terapkan Good Governance Dalam Tata Kelola Masjidn
Hal-hal penting lain yang disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja BPMI 2025 ialah pengelolaan Masjid Istiqlal yang menggunakan APBN dan merupakan bagian dari aset negara, wajib memenuhi tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), kepatuhan audit dan regulasi (BPK, BPKP, Inspektorat Jenderal), dan memiliki kesadaran bersama untuk menerapkan standar tata kelola sesuai aturan negara.
“Pengelolaan Istiqlal harus betul-betul dijaga tata kelola nya, karena Istiqlal merupakan masjid negara yang menggunakan APBN, menggunakan aset negara, sehingga harus sesuai dengan tata kelola,”
Istiqlal, menurut Kamaruddin, perlu mengambil peran sebagai model global pengelolaan masjid dalam aspek program keagamaan, manajemen masjid, serta modernisasi dan diplomasi peradaban Islam Indonesia. “Hal tersebut perlu terumuskan secara visioner,” tegasnya. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.