Foto: Dok. Media Istiqlal

Ramadhan, Kesempatan Diri untuk Perkuat Toleransi

Admin 22 Mar 2024 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta (BPMI) KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA, mengatakan, bulan Ramadhan menjadi kesempatan memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Hal tersebut dilandasi pada pemahaman konsep toleransi yang sebenarnya sudah diajarkan dalam Islam dan dikenal dengan istilah at-tasamuh. "Manusia diajarkan untuk tidak semena-mena dan melanggar hak dari mereka yang dianggap berbeda," ujar KH Bukhari.

"Karena kita ini hidup dalam suasana yang damai, berbeda kalau kita sedang dalam situasi perang ya, itu lain lagi kaidahnya. Hidupnya kita di negara Indonesia yang kondusif dan dinaungi oleh peraturan hukum yang berlaku, maka kita semuanya mengacu kepada regulasi pemerintah serta nilai dan norma masyarakat yang ada,” tambahnya dikutip dari keterangan tertulis Pusat Media Damai BNPT, di Jakarta, Kamis, (14/3/2024).

KH Bukhari menekankan pentingnya perasaan saling mengerti dan memahami agar rasa toleransi dapat dihayati oleh masing-masing individu. Dengan begitu, hubungan dalam masyarakat Indonesia bisa tetap kondusif walaupun berbeda suku, golongan, hingga keyakinan.

Konsep keseimbangan Hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan Hablumminannas (hubungan dengan manusia) juga merupakan hal yang penting dilakukan secara bersama tanpa meninggalkan salah satunya.

KH Bukhari mencontohkan orang yang melakukan shalat di tengah jalan. Shalat adalah kewajiban, namun jika melakukannya di jalan maka membuat lalu lintas di suatu tempat menjadi terganggu.

“Ibadah shalat itu memang kewajiban kita sebagai Muslim dan itu bentuk penghambaan manusia kepada Allah, tapi pelaksanaan shalat di tengah jalan tentu tidak dibenarkan karena mengganggu lalu lintas. Dia hanya mengedepankan hubungan dirinya dengan Allah, tapi tidak memperhatikan hak-hak manusia lainnya untuk berlalu lintas. Oknum yang demikian bisa dikatakan ilmu agama dan pemahaman keislamannya masih rendah,” paparnya.

Puasa Juga Kesempatan Perbaiki Diri

Selain kesempatan untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama, KH Bukhari juga berpesan pada umat Islam agar dapat menjadikan ibadah puasa di tahun ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Walaupun diharuskan menahan lapar dan haus, ibadah puasa tidak hanya menyoal perkara jasmani, namun juga sebagai sarana perbaikan aspek rohani. "Keberhasilan dalam menjalankan ibadah puasa akan menunjukkan kadar ketakwaan seseorang di hadapan Allah," kata KH Bukhari.

Dalam ajaran Islam, orang bertakwa adalah orang-orang yang bisa memilih yang terbaik dan menghindari yang dilarang oleh Tuhannya.

“Manusia yang bisa menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT adalah yang dapat dikatakan bertakwa. Memiliki ketakwaan berarti punya kesadaran dan berupaya melalui tindakan preventif, supaya ia tidak termasuk dalam jurang yang dilarang oleh Allah SWT," pungkas KH Bukhari. (FAJR/Humas dan Media Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.