Jakarta, www.istiqlal.or.id - Masjid Istiqlal menyelenggarakan perayaan malam Nisfu Sya'ban 1443 H di Lantai Utama, Kamis (17/3). Kegiatan ini turut dihadiri ratusan jamaah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Malam Nisfu Sya'ban merupakan malam pertengahan pada bulan Sya'ban. Pada bulan tersebut, Allah SWT membuka ampunan bagi seluruh hamba-Nya, oleh karenanya Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengisi malam Nisfu Sya'ban dengan banyak amalan kebaikan, di antaranya dzikir, membaca Al-Qur'an, saling memaafkan, beristigfar, berdoa, dan lain sebagainya.
Hal tersebut tertera pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Bakar, artinya sebagai berikut.

Artinya, "(Rahmat) Allah swt turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)." (HR al-Baihaqi).
Diawali pembacaan QS. Yasin dan doa yang dipimpin oleh seluruh imam dan muadzin Masjid Istiqlal, kegiatan malam Nisfu Sya'ban berlangsung secara khusyuk dengan penuh harap. "Tiga kali khatam QS. Yasin dengan niat yang berbeda-beda, tentu harapan kita semoga niat kita tadi diijabah Allah SWT," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dalam pemaparan kajiannya, di Lantai Utama Masjid Istiqlal.
"Malam Nisfu Sya'ban juga disebut laylatul istigfar atau disebut malam pengampunan, karena pada malam ini Allah SWT memperhatikan keseluruhan hamba-Nya, dan saat kita sudah diperhatikan, maka perbanyaklah beristigfar dan beribadah sehingga Allah SWT dapat mengampuni seluruh kesalahan yang sempat kita lakukan," tambah KH Nasaruddin.
Malam Nisfu Sya'ban merupakan salah satu malam yang memiliki keistimewaan, KH Nasaruddin menyebutkan bahwasanya dpada malam tersebut terdapat pengampunan Allah SWT. "Dalam Islam terdapat lima malam yang bersejarah dan di dalamnya terdapat keistimewaan, di antaranya malam Rajab, Nisfu Syaban, Idulfitri, Iduladha, dan Nuzulul Al-Qur'an."

KH Nasaruddin juga mengajak para jamaah untuk memanfaatkan malam Nisfu Sya'ban dengan sebaik-baiknya, "Karena (Malam Nisfu Sya'ban) ini hanya datang sekali dalam setahun, belum tentu akan kita temui di tahun berikutnya. Apa yang terjadi pada Malam Nisfu Sya'ban, anggaplah besok sudah memasuki Ramadan. Oleh karenanya kita dianjurkan berpuasa, beristigfar, dan menghentikan dosa yang rutin dilakukan, entah itu tawa, dusta, caci-makian, dan sebagainya."
Berbincang seputar etika bertaubat, KH Nasaruddin menyebutkan tujuh langkah yang disampaikan Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, pertama, meninggalkan dosa-dosa yang sempat dilakukan, kedua, lantunkan lafadz istighfar, ketiga, sampaikan penyesalan yang sangat mendalam terhadap kekeliruan yang sempat dilakukan.
"Keempat, ikrarkan kesungguhan akan menghentikan dosa-dosa yang biasa dilakukan dan membersihkan diri, kelima, kembalikan barang yang dipinjam, minta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti, dan lain sebagainya, keenam, ganti setiap keburukan dengan amal kebaikan, beri bantuan kepada oranglain dan senantiasa sambung silaturahmi, dan ketujuh, serahkan seluruh ketetapan kepada Allah SWT," jelas KH Nasaruddin.
Selain bertaubat dan beristigfar, Imam Besar Masjid Istiqlal juga mengingatkan jamaah untuk tetap senantiasa bershalawat kepada Rasulullah SAW. "Hal yang juga bagus pada malam ini adalah bershalawat kepada Rasulullah SAW, perbanyak shalawat."

"Mudah-mudahan kesungguhan kita dalam berikhtiar memperbaiki diri ini dapat menjadi solusi agar Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kesalahan kita pada masa lampau. Karena tentu kita mau dijemput Allah SWT dalam keadaan fitrah, suci dan bersih," harap KH Nasaruddin.
Kegiatan Malam Nisfu Sya'ban yang berlangsung dengan keadaan normal tanpa ada jarak pada shaf, KH Nasaruddin juga menghimbau jamaah untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. "Alhamdulillah masjid kita ini juga sudah tidak lagi berjarak, (karpet juga sudah dibentangkan), namun meski begitu kita perlu terus menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan, memakai masker."

Kegiatan Nisfu Sya'ban di Masjid Istiqlal dimulai pada pukul 17.20 WIB dengan membaca QS. Al-Kahfi. Adapun pada ba'da magrib, kegiatan dilanjutkan dengan istighasah Nisfu Sya'ban dengan membaca QS. Yassin dan doa sebanyak tiga kali. Selanjutnya dalam rangka menambah kekhusyukkan malam Nisfu Sya'ban, pada ba'da isya, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, turut mengisi tausiah mengenai hikmah Nisfu Sya'ban, yaitu sebagai keadaan memurnikan kembali jiwa, berserah kepada-Nya agar dapat menemui Ramadan dalam keadaan suci.
Kegiatan malam Nisfu Sya'ban kemudian ditutup dengan pembacaan shalawat. Turut hadir mengikuti kegiatan ini di antaranya para Kabid dan Wakabid BPMI. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.