Foto: Dok. Media Istiqlal

Pelaksanaan Shalat Gerhana Matahari di Masjid Istiqlal

Admin 20 Apr 2023 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - ratusan jamaah melaksanakan ibadah shalat gerhana matahari di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/4/2023).

Pelaksanaan shalat gerhana matahari di Masjid Istiqlal dimulai pukul 10.10 dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muadzin Masjid Istiqlal Abdullah Sengkang, S.Pd.I dengan maqro QS. Ali Imran 3 : 190 dan QS. Fussilat 41 : 37.

Kegiatan juga dilengkapi dengan pelaksanaan shalat gerhana matahari di Masjid Istiqlal secara berjamaah yang diimami oleh Imam Rawatib Masjid Istiqlal H.M. Salim Ghazali, SQ, S.Ud.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang merupakan bukti ke-Mahakuasaan Allah subhanahu wata'ala. Di dalam Al-Qur'an, Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam QS. Yâsîn ayat 40,

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Artinya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (QS. Yâsîn ayat 40)

"Gerhana bukan merupakan sebagaimana yang diyakini sebagian masyarakat dulu sebagai ditelannya matahari atau tanda bencana bagi petani atau peternak," ujar Imam Masjid Istiqlal KH. Martomo Malaing, SQ, MA, di Lantai Utama Masjid Istiqlal, saat menyampaikan khutbahnya seusai pelaksanaan shalat gerhana matahari.

Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada kita bila terjadi gerhana untuk berdoa kepada Allah, mendirikan salat sunnah gerhana, bertakbir dan bersedekah, sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, yang berbunyi:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah."

Allah menciptakan bulan sebagai cahaya, matahari sebagai sumber cahaya, dan Allah menciptakan orbit atau garis edar segala benda langit untuk kehidupan manusia di bumi, dan sebagai tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir. Oleh karena itu, marilah kita tinggalkan mitos-mitos ketika terjadi gerhana bulan atau gerhana matahari, tetapi kita banyak beristighfar banyak mohon ampun dan selalu bertaqarrub kepada Allah SWT.

Jamaah Salat Gerhana Bulan yang sama-sama dirahmati Allah subhanahu wata'ala,

Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada kita bila terjadi gerhana untuk berdoa kepada Allah, mendirikan salat sunnah gerhana, bertakbir dan bersedekah, sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, yang berbunyi:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah."

Imam Martomo juga menjabarkan bahwasanya setiap orang di antara kita barangkali sudah mengimani bahwa seluruh keberadaan alam semesta ini diciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala. "Tiada satupun makhluk di alam semesta ini lepas dari sunnatullah, inilah makna dari Allah subhanahu wata'ala sebagai pemilik sekaligus penguasa dari seluruh keberadaan makhluk."

Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Isra ayat 59,

... وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا

"Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti." (QS. Al Isra ayat 59)

Maka daripada itu, diketahui bahwa hikmah utama terjadinya gerhana matahari, ialah diharapkan menjadi sebuah peringatan bagi para hamba agar menghindari seluruh wujud kemaksiatan dan bersegera melaksanakan baragam kebaikan, seperti shalat, dzikir, bersedekah.

"Terjadinya gerhana juga merupakan peringatan bagi kita agar bersegera melakukan taubat dengan taubat nasuha dari semua dosa dan maksiat. Begitu juga dengan musibah-musibah lain, semuanya adalah peringatan bagi kita semua agar menjauhi maksiat dan bersegera bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala," papar Imam Martomo. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.