Oleh: Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA (Ketua BAZNAS RI 2020-2025, Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim - Semarang)
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Perihal zakat, Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat At-Taubah [9] ayat 103,
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya : "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah [9] ayat 103)
Ayat di atas terkait dengan perintah untuk memungut zakat. Siapa yang diperintah untuk memungut zakat? Yaitu pemerintah, waktu itu tentu saja Rasulullah SAW .
Karena "Khuż min amwālihim" merupakan fiil amr berarti ada yang diperintah. siapa itu fiilnya? dhomirnya mustatir takdiruhu anta yaitu Rasulullah SAW. Seterusnya tentu saja adalah pimpinan-pimpinan yang mewarisi Rasulullah SAW.
Di Indonesia ada BAZNAS. BAZNAS adalah lembaga pemerintah non struktural yang ditugasi untuk melakukan pengelolaan zakat. Dasar kami, yaitu dalam rangka bersama-sama menyelamatkan umat manusia. Khuz min amwalihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā, "hum"-nya itu dhomirnya kembali kepada orang-orang yang berzakat. Bukan kepada harta benda, tetapi kepada manusianya. Sehingga manusia itulah yang insyaallah manakala ia membayar zakat, akan dibersihkan dan disucikan oleh Allah SWT.
Jadi kita semuanya insyaallah pembayar-pembayar zakat ini akan di sucikan oleh Allah SWT, melalui orang-orang yang memungut zakat tadi. Maka perintah berikutnya adalah "wa ṣalli ‘alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, (dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka)."
.jpeg)
.jpeg)
Kalau tadi Masjid Istiqlal mengumumkan juga ada panitia zakat, monggo silahkan bersama-sama membayar zakat melalui Masjid Istiqlal. Gunanya untuk apa? Jelas zakat itu perintahnya hanya kepada delapan asnaf (golongan) khususnya adalah untuk mengentaskan fakir miskin. Mengapa? Apakah kemudian dengan zakat fakir miskin bisa dientaskan semuanya? Memang belum tentu, tapi itulah ujian kita semuanya sebagai umat manusia yang mempunyai harta dalam rangka untuk melepaskan hartanya.
Karena setiap harta yang kita miliki tentu saja ada bagian dari orang lain. Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Az-Zariyat ayat 19,
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ
"Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta." (QS. Az-Zariyat ayat 19)
Ada satu keyakinan dalam diri, bahwa dalam setiap harta kita itu harus dinyatakan ada hak orang lain yang meminta atau tidak meminta tapi butuh.
Orang-orang yang disebutkan dalam Al-Qur'an surah Az-Zariyat ayat 34,
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Artinya: “Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (QS. Az-Zariyat ayat 34)
Dari ayat di atas, diantara sifat yang disebutkan dari seseorang bertakwa berdasarkan QS. Az-Zariyat ayat 34 adalah dalam dirinya menyatakan, bahwa dalam hartanya ada hak orang lain.
Kekuatan orang yang membayar zakat insyaallah dirinya menjadi tenang. Survey BAZNAS, orang yang bersodaqoh, berzakat itu hatinya menjadi sangat tenang, kehidupan keluarganya juga sangat tenang, kehidupan karirnya juga sangat tenang, sehingga itu menjadi proses kesuksesan dalam kehidupan keluarga ataupun dalam kehidupan pekerjaannya.
Maka dari itu, survey BAZNAS menunjukan bahwa potensi zakat yang Rp327 triliun itu, potensi kita besar sekali. Se-Indonesia itu jika dikumpulkan sekian itu, cuman sekarang ini kami baru dapat mengumpulkan Rp22,4 triliun se-Indonesia dari BAZNAS dan LAZ se-Indonesia, Masih ada potensi yang lain.
Tapi yang menggembirakan justru banyaknya muzzaki, banyaknya orang-orang yang berinfak (munfiq) dari kalangan generasi muda. Rata-rata generasi muda naiknya ribuan persen, kemarin tahun 2021 muzzaki kami itu hanya 750 ribu pusat, ternyata sekarang ini sudah 3 juta lebih. Kebanyakan generasi muda, surveynya macam-macam, ada yang ingin ujiannya sukses, ingin mendapatkan jodoh, ingin sukses dalam kehidupan keluarga dan pekerjaannya, itu yang kami lakukan.
.jpeg)
Jika di dalam satu keluarga ada anak yang rajin untuk berinfak, insyaallah akan menjadi tauladan dan contoh baik bagi kehidupan keluarga tersebut. Monggo ibu-ibu silahkan mendidik putra putrinya untuk berinfak. Dengan mengajari berinfak, insyaallah survey menunjukkan bahwa hal itu menjadikan keluarga itu baik. Begitu juga saat suami istri berinfak subuh, alhamdulillah kehidupannya juga menjadi baik.
Maka kalau terkait dengan bagaimana mengentaskan kemiskinan, insyaallah kemiskinan otomatis akan tertasi jika orang semuanya berzakat. Karena zakat adalah bagian perintah yang sangat tua bersamaan dengan shalat. Mulai dari Rasulullah SAW dan Ibrahim AS, paling tidak dalam Al-Qur'an itu sudah diperintahkan untuk sholat dan berzakat.
Sehingga jika kita bisa melewati ujian zakat tersebut, maka kita akan bisa mengatasi hablu minallah (hubungan baik dengan Allah) dan hablu minannas (hubungan baik dengan manusia). Itu yang kami tanamkan kepada kita semuanya. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.