Oleh: KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA (Kabid Penyelenggara Peribadatan BPMI)
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kita saat ini berada di bulan Ramadhan, bulan mulia yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wata'ala, bulan di mana Allah subhanahu wata'ala membukakan pintu langit untuk kita yang mau berdoa meminta ampun juga berdoa untuk kebaikan-kebaikan kita, dan Allah subhanahu wata'ala juga tutup pintu neraka. Karena itu kita jangan sia-siakan bulan Ramadhan ini, kita harus benar-benar menghayati Ramadhan dan gunakan untuk banyak beribadah dengan sebaik-baiknya.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang rugi karena lalai pada bulan ramadhan. Di antara kewajiban kita melakukan ibadah di Ramadhan adalah puasa. Kemudian Allah SWT juga mensunnahkan kita untuk qiyamullail (shalat malam).
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa shalat malam pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah lampau”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu pentingnya qiyamullail sehingga Allah subhanahu wata'ala juga berkali-kali dalam Al-Qur'an menganjurkan dan 'mengajak' kita untuk melaksanakan ibadah qiyamullail. Seperti tadi yang kita bacakan dari Al-Qur'an surat Al-Muzzammil ayat 1 dan 2
يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ
Artinya: "Wahai orang yang berselimut (Muhammad), Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil," (QS. Al-Muzzammil ayat 1 dan 2)
Saat itu nabi baru saja mendapatkan wahyu yang pertama dari Gua Hira, kemudian pulang dengan badan gemetaran lalu oleh istrinya yaitu Siti Hhadijah diselimuti dan Rasulullah SAW tidur.
Lalu datang ayat QS. Al-Muzzammil: 2,
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ
Artinya: "Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil," (QS. Al-Muzzammil: 2)
Dikatakan kemudian ayat selanjutnya yaitu,
نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ
Artinya: "(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu," (QS. Al-Muzzammil: 3)
Namun selanjutnya, Allah subhanahu wata'ala berfirman pada ayat selanjutnya yaitu,
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ
Artinya: atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (QS. Al-Muzzammil: 4)
Di atas adalah gambaran bagaimana qiyamullail. 'Qiyam' berarti berdiri atau bangun 'allail' yang berarti malam, dalam bahasa artinya adalah bangun malam. Adapun secara terminologi, qiyamullail adalah kita bangun malam untuk beribadah, seperti shalat--karena itu sebagian ulama mengartikan qiyamullail adalah shalat malam.
Sebagian ulama lain mengatakan qiyamullail adalah ihyaullaill (menghidupkan malam). Artinya di malam itu kita hidup, bangun untuk melaksanakan shalat, terawih juga termasuk qiyamullail.
Misalnya, Bapak/ Ibu masih belum puas shalat tarawih 20 rakaat di Masjid Istiqlal, dan sesampainya di rumah, shalat lagi, shalat tahajjud, shalat tasbih, shalat istikharah, shalat hajat dan ditutup dengan witir.
Witir adalah penutup shalat, maka kalau Bapak/Ibu sekalian ada rencana bangun malam nanti sampai waktu sahur untuk kembali shalat maka sebaiknya witirnya di rumah. Adapun jika Bapak/Ibu sholat witir di sini kemudian di rumah shalat lagi maka silakan ditutup kembali dengan witir.
Allah subhanahu wata'ala juga menjelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Furqan ayat 63-64:
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمً , وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
Artinya: "Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.” Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri." (QS. Al-Furqan ayat 63-64)
Sujud disini artinya kita sholat malam karena itu nabi kita Muhammad SAW bersabda:
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ
Artnya: “Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi, Hadist hasan)
Karena shalat malam adalah ciri khas atau kebiasaan orang-orang yang shalih, kita ingin menjadi orang yang shalih, minimal kita ikuti yang dilakukan orang-orang shalih.
Karena orang shalih tiap malam bangun untuk beribadah, mereka berdoa untuk dirinya, keluarganya, umatnya, mereka berkontribusi untuk bangun masyarakat dengan doa-doanya di waktu malam. Jadi ini adalah ciri orang shalih.
Kita tidak langsung bisa menjadi orang shalih, banyak percobaan yang perlu dilewati, diistiqomahkan. Karena itu kita harus berusaha sampai kita terbiasa shalat malam. Kemudian lanjutan hadist tadi antara lain adalah qurbatun minallah, kita shalat malam itu kita dekat dengan Allah subhanahu wata'ala.
Imam Al-ghazali mengatakan di antara keistimewaan qiyamullail adalah dimana disaat orang-orang tidur nyenyak kita bangun. Kita diantara orang-orang pada lupa, terlena tidur (mughaffalin), kita bangun malam untuk melangsungkan ibadah menjadi keistimewaan bagi kita.
Kemudian hadits juga itu mengatakan bahwa shalat malam itu bisa mengampuni dosa-dosa kita, bisa menjauhkan diri dari segala macam penyakit. Orang yang biasa sholat malam badannya sehat, sehat secara pikiran karena dekat dengan Allah subhanahu wata'ala membantu pikiran menjadi tenang. Saksikan selengkapnya di sini. (Shabna/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.