Foto: Dok. Media Istiqlal

Mimbar Ramadhan Istiqlal: Urgensi Pengkaderan Ulama untuk Indonesia Emas 2045

Admin 14 Mar 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Prof. Dr. KH. Ahmad Tahib Raya, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Di dalam program kader ulama Masjid Istiqlal ada visi yang luar biasa yang dibeberkan. Yaitu pendidikan kader ulama Masjid Istiqlal menjadi lembaga pendidikan ulama yang bertaraf Internasional. Diharapkan dari lembaga ini akan lahir ulama-ulama yang menguasai ilmu keislaman klasik dan menguasai ilmu keislaman kontemporer. 

Kemudian yang berikutnya mereka dikader di sini agar menjadi ulama yang berpandangan moderat tentu yang tidak bisa dilepaskan lagi adalah ulama yang berakhlak mulia. Kita tidak ingin mencetak ulama yang ulama usuk dalam berbagai teks ulama usuk itu dia ulama tapi dia banyak kejahatan yang dilakukan.

Ulama yang kita cetak dari Masjid Istiqlal ini adalah ulama yang berakhlak mulia. Dan mereka siap dijadikan sebagai rujukan umat tidak hanya di tingkat lokal, tidak hanya di tingkat nasional, tidak hanya di tingkat regional,  tetapi juga menjadi rujukan umat di tingkat Internasional. 

Kita ingin mereka yang keluar nanti menjadi ulama yang punya wawasan yang luas tentang bidang ilmu yang berkait dengan ilmu-ilmu klasik dan ilmu-ilmu kontemporer. Karena itu kita harapkan dari PKUMI lahir ulama-ulama yang sangat moderat dan menjadi perekat umat di masa yang akan datang.

Kerja sama pendidikan kader ulama Masjid Istiqlal dengan PTIQ Jakarta

Mereka dididik sebagai kader ulama tidak hanya mendapatkan pengetahuan-pengetahuan keulamaan yang diajarkan di Masjid Istiqlal, tetapi juga mereka mendapatkan pengetahuan formal melalui Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta. Jadi nanti program yang dibuat di sini ada program magister, ada program doktor. kami juga nengkader ulama perempuan, jadi bukan hanya ulama laki-laki saja 

Belum pernah ada di dunia ini pendidikan kader ulama yang memberi kesempatan kepada pesertanya untuk menjadi ulama perempuan. Jadi di sana tidak hanya perempuan yang ikuti pendidikan kader ulama perempuan itu tapi juga laki-laki, jadi laki-laki ikut pendidikan kader ulama perempuan di samping dia mengikuti pendidikan kader ulama laki-laki. 

Jadi mereka nanti diberikan wawasan yang luas tentang pengetahuan-pengetahuan yang luar biasa yang tidak hanya menguasai ilmu klasik tapi juga ilmu modern. 

Dan mereka ini semuanya datang hanya membawa kopernya saja biayanya ada di sini, biaya perjalanan mereka dibiayai, semua kebutuhan mereka di sini dibiayai, dan untuk program s3-nya itu biasanya ada tanggungan untuk suaminya atau istrinya. 

Kalau yang kader di sini adalah program Doktor, perempuan maka suaminya ditanggung oleh negara. Kalau yang lulus ini suaminya istrinya ditanggung oleh negara untuk program Doktor.

Karena mereka diharapkan menjadi ulama yang menjadi rujukan internasional maka mereka di dalam tes masuknya harus mampu menguasai paling tidak menurut standar mampu menguasai bahasa Arab sebagai bahasa sumber ajaran Islam. 

Demikian juga mereka di tes kemampuan berbahasa Inggris. Setelah mereka lolos mereka baru bisa masuk dan mendaftar ke LPDP untuk mendapatkan beasiswa. Yang lebih hebat lagi adalah mereka harus menghafal Al-Qur'an.

Jadi kita ambil yang memang menjadi ulama-ulama yang luar biasa di belakang hari. Sekarang mahasiswa pendidikan kader ulama Masjid Istiqlal ini sudah ada sekitar 500 orang. 

500 orang dan mereka ilmu keulamaannya mereka dapatkan di sini, ilmu formalnya mereka nanti mendapatkannya di PTIQ. Yang lebih hebat lagi, mereka diwajibkan bukan kita minta diwajibkan untuk mengikuti short course kursus singkat yang mereka pilih mau ke Amerika atau mau ke timur tengah. 

Tetapi terakhir kali, mereka kita tunjukkan yang kira-kira wawasan keislamannya masih kurang kita minta ke Timur Tengah yang wawasan keislamannya sudah bagus kita minta mereka ke Amerika.

Amerika di Los Angeles dan Harvard, dan program doktornya itu mengikuti program short course selama 6 bulan dan yang Master mengikuti short course selama 3 bulan. 

Mereka diwajibkan untuk ikut itu supaya mereka memahami dan merasakan bagaimana kehidupan sebagai minoritas di tengah-tengah mayoritas. 

Kemudian mereka yang ke Timur Tengah bagaimana mereka merasakan kehidupan di tengah-tengah mayoritas mereka disuruh merasakan, mereka disuruh menikmati di sana dengan suasana yang luar biasa dan mereka nanti akan pulang menjelang mereka selesai dari program Doktor.

Mencetak ulama tidaklah mudah karena mereka harus punya potensi atau kemampuan dasar tentang pengetahuan bahasa Arab, tentang pengetahuan yang berkaitan dengan sumber-sumber ajaran Islam, Al-Qur'an, hadis, fikih, dan lain-lainnya. 

Mereka harus punya pengetahuan itu karena itu maka, dalam seleksi mereka di samping kemampuan berbahasa Arab, kemampuan bahasa Inggris, hafal Al-Qur'an kemudian mereka juga diberikan tes mengenai wawasan keislaman. 

Menurut penilaian yang terakhir luar biasa kader-kader ulama yang nanti akan masuk di pendidikan kader ulama itu punya potensi yang bagus, bahasa Arabnya bagus, bahasa Inggrisnya bagus. 

Di sini lagi tetap mereka itu mendapatkan pelajaran bahasa Arab. Karena untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka dosen-dosen yang mengajar itu adalah dosen-dosen dari Indonesia profesor-profesor dalam bidang-bidang itu bidang Ulumul Quran, bidang fikih, bidang hadis, bidang-bidang yang lain dan termasuk kajian gender tentang perempuan. 

Kemudian dosen lainnya adalah dosen yang berasal dari Timur Tengah dan Amerika kami hadirkan mereka untuk memberikan wawasan yang luas kepada mereka tentang ilmu-ilmu kontemporer dan ulama-ulama dari Timur Tengah kita hadirkan untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang ilmu klasik kepada mereka.

Mereka ini diharapkan menjadi ulama yang punya wawasan yang luas tentang ilmu keislaman baik yang klasik maupun yang modern dan berpandangan moderat. 

Mereka paham betul khilafiah-khilafiah dari ulama itu karena seringkali menjadikan khilafiah ulama itu sebagai sarana untuk menimbulkan perselisihan di antara kita. Padahal Nabi sendiri telah menunjukkan berbagai variasi dalam ibadah sebagai pilihan untuk umatnya.

Info lengkap cek di sini. (RIZKI/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.