Jakarta, www.istiqlal.or.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengajak masyarakat untuk berperan positif dalam menjaga dan melindungi perempuan dan anak. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Webinar Internasional yang diselenggarakan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) secara daring, di Jakarta, Senin (19/9).
Webinar internasional dengan tema "Women And Religions: Protecting Rights And Developing Sosial Values, Welfare and Civilization", diselenggarakan oleh BPMI bersama Voice of Istiqlal (Voist), Pendidikan Kader Ulama Perempuan Masjid Istiqlal (PKUP-MI), dan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

"Webinar hari ini, (diharapkan) dapat meningkatkan sinergi kita dan menambah wawasan kita untuk berkontribusi secara positif dalam hal perlindungan dan pemenuhan hak perempuan," ujar Menteri Bintang dalam sambutannya.
Di sisi lain, ajakan kepada masyarakat agar terus menjaga dan melindungi anak dan perempuan dari kekerasan, terus digaungkan karena adanya lima amanat yang disampaikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) RI K. H. Ma'ruf Amin, kepada Menteri PPPA.
Di antara lima amanat yang dimaksud ialah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan atau pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.
Webinar internasional yang dalam bahasannya membicarakan perlindungan hak dan pengembangan nilai sosial, kesejahteraan dan peradaban dalam sudut pandang agama, sejatinya ditujukan untuk menghasilkan rumusan-rumasan konseptual dan strategis tentang peran negara dalam penaganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Atas tujuan tersebut, Menteri Bintang mengapresiasi kegiatan ini.
"Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada BPMI yang bekerjasama dengan kedutaan Amerika Serikat untuk menyelenggarakan webinar pada hari ini, terutama untuk merespon banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang banyak menjadi pemberitaan sehari-hari. Terima kasih atas konsistensi Imam Besar Masjid Istiqlal, dalam penyelesaian isu-isu gender," papar Menteri Bintang.
PKUP-MI, Upaya Menjalankan Amanat Presiden dan Wapres RI Dalam Melindungi Perempuan dan Anak
Dengan mengetahui adanya lima amanat Presiden dan Wapres RI di atas, Menteri Bintang juga memaparkan upaya-upaya yang sudah ditempuh KemenPPPA guna melindungi anak dan perempuan dari segala tindak kejahatan maupun kekerasan seksual. Salah satu di antaranya ialah dengan mendukung Program Beasiswa Pendidikan Kader Ulama Perempuan Masjid Istiqlal (PKUP-MI) jenjang magister dan doktoral.

"Dengan program (PKUP-MI), diharapkan perspektif gender dan kemuliaan perempuan akan semakin kuat digaungkan dalam pendidikan keagamaan, sehingga mampu mengikis bias-bias gender yang merugikan perempuan," terang Menteri Bintang.


Turut hadir memberikan penjabaran-penjabaran terkait perlindungan hak dan pengembangan nilai-nilai sosial, kesejahteraan dan peradaban, di antaranya Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Sosial Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T. yang diwakili oleh Staff Khusus Menteri Bidang Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Kemensos RI Faozan Amar, Profesor Emerita, University of Richmond, Pendiri KARAMAH: Muslim Women for Human Rights Prof. Azizah al-Hibri, Ph,D, Attache of Cultural Affairs, US Embassy, Emily Y. Norris., Direktur Utama LPDP, Dr. Andin Hadiyanto, S.E., M.A, serta Ketua Tanfidziyah PBNU, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.