Jakarta, www.istiqlal.or.id - Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (Diklat BPMI) Majelis Mudzakarah Masjid Istiqlal, menyelenggarakan kajian tematik dengan mengusung tema "Bunuh Diri Dalam Perspektif Kesehatan Mental Dan Sufisme Islam", di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/5/2024).
Acara ini dihadiri langsung oleh Imam Besar masjid Istiqlal Prof. KH. Dr. Nasarudin Umar, M.A., Manjer PKU-MI Dr. Mulawarman Hannase, dan sejumlah pakar lainnya dalam bidang hukum, psikologi, dan Agama.
Mengenai bunuh diri, dalam prolognya KH Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa secara etimologis makna qatala dalam Al-Quran bisa memiliki makna membunuh secara fisik. "Artinya, objek dari pembunuhan adalah menghilangkan nyawa seseorang dari raga nya," papar KH Nasaruddin Umar.


Serta secara makna kontekstual qotala adalah pembunuhan secara non fisik, yaitu menghilangkan atau menghapuskan nilai mental, spriritual dan rohani seseorang melalui beragam metode atau cara.
Adapun Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Dr. Eva Achjani Zulfa, M.H, menelaskan bahwasanya pembunuhan merupakan tindak pidana, tetapi bunuh diri dan euthanasia masih diperdebatkan dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum.
"Dalam HAM, ada dua aliran utama. Pertama, menyatakan bahwa individu memiliki otoritas penuh atas nyawanya, sehingga keputusan tentang hidup dan mati bergantung pada pemiliknya. Kedua, menyatakan bahwa nyawa adalah milik "Yang Kuasa," sehingga tidak dapat dirampas oleh negara atau individu," jelas Dr. Eva.
Dari segi psikologi, Dosen Psikologi Universitas Indonesia Dini Rahma Bintari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, menjelaskan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi ideasi bunuh diri, seperti latar belakang sosiodemografi dan sosio-ekonomi, gender, edukasi, psikiatri keputusasaan, dan faktor afeksi atau hubungan interpersonal.

Mengingat faktor-faktor di atas, KH. Rolan Gunawan, Lc., menyoroti bahwasanya depresi sebagai penyebab utama bunuh diri didorong oleh lemahnya iman, masalah ekonomi, dan pengaruh budaya.
KH. Sapri Sale, Lc., M.A. juga menambahkan faktor lain yang menjadi motivasi kuat bunuh diri ialah hilangnya keyakinan diri karena depresi.
KH. Dr. Zainul Ma'arif, M.A., M.Hum., menambahkan bahwa bunuh diri bisa disebabkan faktor psikis atau sosial dan dilakukan oleh orang optimis yang ingin menyatu dengan Tuhan.
Pemahaman komprehensif tentang peran manusia sebagai khalifah dan penciptaan manusia terbaik diperlukan untuk mencegah bunuh diri. (Idil Hamzah/PKU-MI)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.