Jakarta, www.istiqlal.or.id - Sejumlah mahasiswa jenjang S2 dan S3 Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI), mengikuti pelatihan Public Speaking bersama Alika Academy, di ruang China Space Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Trainer Alika Academy Alia Karenia dengan bahasan “Public Speaking: Dakwah Dengan Rasa”.
Dakwah dengan rasa sangat penting dilakukan karena dakwah adalah kegiatan sangat personal. “Kita perlu melibatkan jiwa dalam berdakwah. Perlu melibatkan empati karena dakwah ingin mengajarkan orang ilmu kebaikan,” ujar Alia.
Ketika berdakwah, Alia berpesan agar tidak menjadi pendakwah yang hanya menyampaikan materi berdasarkan sudut pandang diri sendiri. “Oleh karenanya kita butuh case, membutuhkan POV dari jamaah, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.”
Melihat tren AI di era masa kini, Alia juga menyarankan agar pendakwah tetap mempersiapkan diri, misalnya dengan membuat materi secara pribadi sebelum menyampaikan ilmu di hadapan audiens.
“Public Speaking tidak hanya berbicara, harus ada tujuan yang disampaikan ke pendengar. Ketika menjadi ustaz atau ustazah, perlu ada tujuan yang disampaikan yaitu memberikan ilmu, sehingga saat tahu tujuannya kita bisa prepare agar jamaah yakin dan bisa mendengar kita dengan baik,” jelas Alia.
Menyampaikan kebaikan dengan cara yang makruf juga seimbang dengan firman Allah subhanahu wata’ala dalam QS. An-Nahl ayat 125,
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah[1] dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”
“Ketika kita menyampaikan dakwah, kita harus bisa membuat orang mendengar kita, caranya ialah dengan percaya diri dan menguasai materi yang relevan, bagus dan menarik oleh pendengar. Kualitas bahasa juga perlu dipilih agar orang bisa tahu kita punya value. Bahasa tubuh, kerapian dan kepantasan penampilan juga penting,” jelas Alia.
Mengenai Public Speaking, Alia juga mengingatkan pentingnya menjadi manusia. Sehingga saat menemui kekhilafan dalam penyampaian, hal tersebut hanya perlu dihadapi dan dievaluasi sehingga bisa menjadi pelajaran agar bisa lebih baik di kemudian hari.
Dalam pelatihan ini terdapat juga pelajaran mengenai teknik menyusun pesan, narasi, teknik pernapasan, artikulasi, gestur, dan kontak mata yang disampaikan oleh News Anchor and Communication Strategist Asti Oetomo.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung oleh mahasiswa yang kemudian dikoreksi oleh trainer dan teman-teman lain. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.