Jakarta, www.istiqlal.or.id — Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) menggelar acara “Dakwah Sphere: Ngaji dan Temu Pegiat Dakwah Digital NU” pada Selasa (17/6). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kabid Diklat Masjid Istiqlal, Dr. KH. Mulawarman Hannase, Lc., MA.Hum, dan dai kondang Ustadz Taufiqurrahman yang dikenal luas sebagai “Ustadz Pantun”.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LD-PBNU, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin dan didampingi oleh Sekretaris LD-PBNU, KH. Nurul Badruttamam, MA. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tugas utama seorang da’i adalah menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Ali Imran ayat 110. Ia juga mengutip pernyataan Imam al-Ghazali, bahwa seorang da’i tak perlu minder meski tak selalu dikenal atau dihargai semua orang. “Yang penting adalah keikhlasan dalam mengemban amanah dakwah,” tegasnya.
Pada sesi pemaparan, Dr. KH. Mulawarman Hannase, Lc., MA.Hum mendorong para dai untuk terus memperkuat literasi keulamaannya melalui program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. AG. KH. Nasaruddin Umar, MA, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para santri yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa, namun kerap tertinggal dalam akses beasiswa pendidikan dari negara.
“PKUMI menjadi ikhtiar agar para santri mendapatkan fasilitas yang setara, bahkan prioritas, karena peran mereka sangat vital dalam sejarah dan masa depan bangsa,” ungkapnya.
Selain itu, Kabid Diklat Masjid Istiqlal juga memperkenalkan program-program dakwah rutin Masjid Istiqlal yang berlangsung dari Subuh hingga Maghrib, serta kegiatan malam Jumat seperti istighotsah, yasinan, ratiban, dan kajian tasawuf yang diisi langsung oleh Imam Besar.
Sementara itu, Ustadz Taufiqurrahman alias Ustadz Pantun menekankan pentingnya para dai NU untuk mengambil peran aktif dalam dakwah digital. Ia juga mengingatkan pentingnya keberkahan dari “khidmat” kepada para guru. “Ulama-ulama besar tidak lahir begitu saja. Mereka tumbuh karena kesungguhan dalam berkhidmat kepada guru-gurunya,” ujarnya.
Di akhir sesi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara LD-PBNU dan Diklat BPMI. Di antara poin kerjasamanya adalah antara lain:
-Standardisasi Imam dan Khatib Jum’at
-Podcast Dakwah
-Penulisan Buku-buku Dakwah
-Seminar Dakwah.
Harapannya, semoga acara seperti ini akan tetap rutin dilaksanakan sebagai ruang bertemunya para pegiat dakwah NU lintas platform digital untuk saling berbagi ilmu, semangat, serta memperkuat peran dakwah dalam menghadapi tantangan zaman. Dan semoga, sinergi antara lembaga semakin menguatkan semangat dakwah dan memberikan dampak positif bagi umat dan kemanusiaan.
Sumber:
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.