Foto: Dok. Media Istiqlal

Kunjungan Muhibah dengan National Religious Affairs Tiongkok, KH Nasaruddin Umar Lihat Keselarasan Mengenai Toleransi Beragama

Admin 08 Aug 2023 Warta Istiqlal

Beijing, www.istiqlal.or.id - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA mengunjungi dan berbincang dengan Director of Religious Affairs, National Religious Affairs Administration (NRAA) Mr. Wu Guosheng, Tiongkok (31/7/2023).

Dalam kunjungannya, Guosheng dan KH Nasaruddin Umar berbagi pandangan mengenai mekanisme kebijakan antara Indonesia dengan Tiongkok terkait perlindungan hak kebebasan beragama dan mempertahankan keharmonisan masyarakat beragama.

"Tiongkok selalu berangkat dari kondisi dan agama dalam negeri, melaksanakan kebijaksanaan bebas beragama dan melindungi hak kebebasan beragama terhadap warganya, serta membangun hubungan agama yang aktif dan sehat dan mempertahankan keharmonisasian agama dan masyarakat," ujar Guosheng, dalam pertemuannya bersama para pimpinan BPMI yang dipimpin oleh KH Nasaruddin Umar.

Menanggapi keterangan tersebut, KH Nasaruddin Umar memaparkan bahwasanya perihal perlindungan hak kebebasan beragama dan mempertahankan keharmonisan masyarakat beragama, juga sangat berlaku di Indonesia dan ditetapkan aturannya pada sila Pancasila dan UUD 1945. "Konstitusi kami juga (yaitu) Pancasila dan UUD 1945 menjamin hak-hak kebebasan beragama dan kepercayaan kepada setiap warga."

"Indonesia mempunyai penduduk mayoritas (yaitu) muslim, dan memberikan kebebasan kepada agama-agama minoritas bahkan termasuk orang yang beragama untuk eksis menjalani kehidupannya di Indonesia," tambah KH Nasaruddin Umar.

"Umat Islam di Indonesia sangat dikenal sebagai umat yang sangat moderat,  memperkenalkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, yaitu Islam sebagai rahmat bagi semesta alam," jelas Imam Besar Masjid Istiqlal.

Pada pertemuan tersebut, KH Nasaruddin Umar juga berharap bahwa hubungan baik Tiongkok dan Indonesia dapat senantiasa terjaga.

KH Nasaruddin Umar juga mengusulkan adanya kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok dalam hal festival budaya dan agama di Masjid Istiqlal. "Jika bisa lebih konkrit lagi, kita dapat mengusung program festival budaya dan agama antara dua negara (Tiongkok dan Indonesia) di Masjid Istiqlal. Jika Indonesia mayoritas muslim dengan Tiongkok yang jumlah penduduknya terbesar bisa bekerjasama, maka dapat mengubah peta peradaban dunia yang sangat manusawi di masa depan," tandas KH Nasaruddin Umar.

Turut mengikuti dalam audiensi ini para pimpinan BPMI, di antaranya Kepala Sekretariat BPMI Dr. Mubarak, M.Sc, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Peribdatan BPMI KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA, Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat BPMI Laksamana TNI (Purn) Asep Saepudin, Kabid Riayah BPMI Dr. Ismail Cawidu, M.Si, Kabag Perencanan Keuangan dan Protokol BPMI Drs. N. E. Fatimah Azzahra, M.Si, Kasubbag Humas & Protokol BPMI H. Saparwadi, SE. I, Direktur Madrasah Istiqlal Moh. Taufiqurrahman, MA, dan Sekretaris Imam Besar Andi Dewi Mahardika. (ADM FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.