Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Sawah Besar Dua menyelenggarakan sosialisasi pajak di lingkungan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), yang dihadiri para pimpinan dan karyawan BPMI, pada hari Jumat (17/9/2021).
Kegiatan sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai esensi pajak. "(Terutama untuk umat muslim di Indonesia,) sehingga selain persoalan zakat dan sedekah, masyarakat bisa tahu (manfaat) tentang pajak," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., dalam sambutannya di acara sosialisasi pajak.
Dengan adanya sosialisasi tentang pajak ini, KH Nasaruddin juga berharap nantinya masyarakat bisa memahami bahwasanya setiap pajak yang dibayarkan kepada negara, bisa bermanfaat. "Kita harus yakinkan umat, bahwa pajak yang dibayar (kepada negara) bisa menjadi wujud sedekah jika diniatkan baik."
"Kita bertanggung jawab untuk sosialisasikan pajak ke umat dan masyarakat pada umumnya, serta membangkitkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak," terang KH Nasaruddin.
Seimbang dengan penyampaian KH Nasaruddin, Kepala KPP Sawah Besar Dua Sigit Danang Joyo menuturkan, bahwasanya masyarakat juga disilakan untuk menjadi bagian pengawas dari pajak yang dibayarkan. "Tidak hanya didorong untuk membayar pajak, masyarakat juga didorong untuk mengawasi ketimpangan yang ada."
"Kami juga mendorong teman-teman (rekan pegawai) Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan integritas agar masyarakat bisa percaya (dalam hal membayarkan pajaknya)," papar Sigit.
kesinambungan peran dinilai sangat penting, agar esensi pajak bisa dipahami oleh seluruh masyarakat. "Penting memahami esensi pajak. (Karena) pajak hadir supaya tidak muncul ketimpangan. (Misalnya saja) pembangunan jalan, madrasah, (itu) dibangun dengan pajak, dialokasikan untuk warga negara," jelas Sigit.
Dengan diselenggarakannya sosialisasi pajak di Masjid Istiqlal, Sigit berharap pesan urgensi membayar pajak bisa sampai ke masyarakat luas, khususnya umat Islam. "Pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak itu penting. (Terlebih di Indonesia) umat Islam yang paling banyak, (sehingga) bisa menjadi penopang pajak di Indonesia."
Kegiatan yang berlangsung tertib dan mematuhi protokol kesehatan ini, berikutnya langsung dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan, Keuangan, Hukum dan Kerjasama Dr. N. E. Fathimah A, M.Si, untuk membahas penyuluhan Aspek Perpajakan Badan Pengelola Masjid Istiqlal. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.