(Intisari Khutbah Jum’at, 09 Jumadil Akhir 1445 H / 22 Desember 2023 M)
Oleh : Dr. Mulawarman Hannase, M.Hum
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT Dalam Bahasa Arab, kata al-Umm terbentuk dari dua huruf yaitu alif dan mim. Gabungan dari dua huruf ini secara ishtiqaq berarti pusat segala sesuatu, likulli syai’in ijtama’a Ilaihi, fadhammahu.
Di dalam al-Qur’an terdapat 35 kali penyebutan istilah umm dalam berbagai bentuk. Frekuensi penyebutan istilah umm yang berarti ibu terdapat 29 kali penyebutan, sedangkan 6 lainnya tidak menunjuk pada arti ibu. Adapun kata walidah dalam bentuk tunggal dan jamak sebanyak 4 kali penyebutan. Keempat penyebutan tersebut mengandung arti ibu.
Konstruksi pengulangan istilah tersebut pada dasarnya menunjukkan kemuliaan sosok Ibu. Dalam al-Qur’an Allah berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya : “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (QS. Lukman: 14).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa ayat memiliki makna yang mendalam tentang bagaimana manusia memuliakan seorang Ibu. Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan alwahn ialah penderitaan mengandung anak. Menurut Qatadah, maksudnya ialah kepayahan yang berlebih-lebihan. Sedangkan menurut ‘Atha’ Al-Khurrasani ialah lemah yang bertambah-tambah.
Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnnya bahwa kata al-Umm memiliki makna subtansial dan mendalam yaitu sebagai wadah dan tempat berkumpul.
Oleh karena itu, dalam kehidupan keluarga, kebersamaan yang paling membahagiakan adalah kebersamaan yang di tengah-tengahnya ada seorang Ibu. Kita bisa merasakan betapa jauhnya suasana kebahagiaan sebuah perkumpulan keluarga tanpa kehadiran seorang Ibu. Ibu adalah tempat kita kembali untuk menumpahkan keluh kesah memperoleh lautan kebahagiaan. Ibu adalah representasi Tuhan di muka bumi untuk kita berbakti. Seandainya ada yang patut disembah selain Allah, maka ibulah yang paling layak disembah karena jasa-jasanya kepada kita yang sungguh agung.
Lebih dalam lagi, di dalam al-Qur’an, kita tidak akan mendapatkan ungkapan Abu al-Kitab atau Abu al-Quro. Yang ada adalah ungkapan al-Umm. Dibalik itu semua, bisa kita pahami bahwa Allah ingin memberikan pelajaran bagi kita tentang keagungan seorang Ibu.
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah. Kenapa Allah mengatakan Ummul Quro? kata “umm”, digunakan Al-Quran untuk menyebutkan sumber yang baik dan suci untuk hal yang besar dan penting. Oleh karena itu, Mekah Al-Mukarramah disebut “Ummul Qura” karena kota ini adalah tempat turunnya risalah yang diberikan Allah kepada Islam, yang merupakan inti ajaran para rasul dan semua risalah. Allah berfirman:
وَهٰذَا كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ مُبٰرَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَاۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَهُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحٰفِظُوْنَ
Artinya : “Ini (Al-Qur’an) adalah kitab suci yang telah Kami turunkan lagi diberkahi yang membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman pada (kehidupan) akhirat (tentu) beriman padanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara salatnya.” (QS. Al-An’am: 92).
Kata “umm”, dalam Al-Quran digunakan untuk menyebutkan sesuatu yang menjadi sumber kemuliaan, merupakan simbol pengorbanan, penebusan, kesucian, kejernihan, cinta dan kasih sayang. Sumber yang menjadikan seseorang tumbuh menjadi manusia yang terhormat, menemukan kemuliaan dan bangga menisbahkan dirinya kepada ibu yang melahirkannya.
Kenapa Allah mengungkapkan surah al-Fatihah dengan dengan Ummul Kitab? Surat Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Kitab yang artinya induk dari Al-Qur'an. Bahkan dalam riwayat Bukhari disebutkan, Al-Fatihah merupakan surat yang paling agung. Kedudukan ini juga disebutkan dalam surat Al-Hijr ayat 87:
وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar menganugerahkan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang408) dan Al-Qur’an yang agung." (QS. Al-Hijr ayat 87)
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah. Allah memiliki sifat Rahman dan Rahim, maha mengasihi dan menyayangi. Sifat kasih sayang Allah tersebut, di kehidupan kita di dunia ini, Ibulah yang merupakan simbol kasih sayang itu. Allah melukiskan di dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada makhluk di muka bumi ini yang mampu menandingi kasih sayang seorang Ibu. Oleh karena itu, kalau kita semua meneladani sifat Allah dan karakter seorang Ibu yang penuh dengan cinta dan kasih sayang, maka tidak akan terjadi bencana, konflik dan perang di muka bumi. Akan tetapi sebagaimana kita saksikan, dunia saat sedang tidak baik-baik saja, sedang dilanda bencana, konflik dan perang yang merugikan banyak nyawa.
Dalam level kehidupan international, rasa kasih sayang antarbangsa dan antar negara saat ini dalam krisis yang cukup parah. Saat ini dunia mengalami. Selama tahun 2023 yang sebentar lagi akan berakhir, ada 2 (dua) perang besar yang terjadi, yaitu perang Rusia dengan Ukraina dan perang yang terjadi di Jalur Gaza. Perang antara Rusia-Ukraina masih terjadi sampai saat ini. Namun negara-negara besar belum mampu untuk berkontribusi membantu mengakiri perang tersebut. Malah keterlibatan negara-negara besar justru malah memperkeruh masalah.
Apalagi melihat krisis Palestina khususnya di Jalur Gaza, dunia Internasional seakan-akan telah kehilangan empati, naluri, apalagi kasih sayang, layaknya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Sungguh sebuah ironi kehidupan yang benarbenar terjadi. Data menunjukkan, dalam perang Gaza, tentara Israel telah membunuh kurang lebih 6000 anak-anak dan 3000 peremuan.
Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangatlah perhatian terhadap anak-anak kecil, memerintahkan kita untuk menyayangi mereka dan mencintai mereka. Beliau bersabda :
لَيْسَ مِنَّا : مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا
Jama’ah yang berbahagia. Pada level keluarga, di tahun 2023 ini, kita banyak sekali menyaksikan praktek-praktek kekerasan terhadap perempuan khususnya terhadap istri dan ibu. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dalam periode 1 Januari - 27 September 2023 ada 19.593 kasus kekerasan yang tercatat di seluruh Indonesia.
Dari seluruh kasus kekerasan tersebut, 17.347 orang korban merupakan perempuan. Data ini sungguh memilukan perhatian kita. perempuan, terutama ibu-ibu, yang seharusnya kita sayangi, kita cintai dan kita ayomi, justru menjadi objek eksploitasi dan kekerasan baik oleh lembaga maupun individu.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَاۤءَ كَرْهًا ۗ وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa.150) Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa: 19).
Di samping potret kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita juga menyaksikan ketahanan keluarga di negara kita yang sangat rapuh. Setiap saat kita mendapatkan berita viral seperti yang terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan baru-baru ini, seorang ayah tega membunuh 4 (empat) orang anaknya sendiri.
Selain itu kita juga sering disugukan berita kasus bunuh diri sekeluarga, anak membunuh orang tuanya sendiri dan lain sebagainya. Ini adalah sebuah krisis kemanusiaan yang luar biasa. Sudah bisa dipastikan bahwa kita hampir kehilangan rasa kasih sayang antar sesama manusia, antar individu dalam keluarga, padahal Allah telah menitipkan rasa cinta dan kasih sayang itu kepada seorang Ibu.
Jama’ah yang berbahagia. Sedangkan dalam konteks kehidupan bangsa kita, Sekarang ini, kita sedang menghadapi perhelatan pemilu yang sudah di depan mata. Biasanya, momen seperti ini rentan menimbulkan perdebatan, perselisihan bahkan konflik horizontal antara anak bangsa. Kita harus memahami bahwa proses bernegara yang kita jalani saat ini, yaitu untuk memilih pimpinan tertinggi bangsa, tujuan utamanya untuk kemaslahatan bersama. Sebagaimana dalam kaidah ushul :
تَصَرُّفُ الْأِمَام عَلَى الرَّا عِيَّةِ مَنُوْطٌ بِا لْمَصْلَحَةِ
Hal ini juga sejalan dengan pandangan Imam al-Mawardi tentang kepemimpinan.
Kita berdemokrasi tujuannya untuk menciptakan kedamaian hidup, tasamuh dan kasih sayang antar sesama anak ibu pertiwi. Janganlah kita merusak kebersamaan dan kasih sayang yang selama ini kita jalin hanya karena perbedaan pandangan dan pilihan politik. Bukankan Allah telah memberikan contoh tentang kasih sayangnya yang maha luas tak terhingga. Bukanlah sang ibu telah mencontohkan kasih sayang tanpa pamrih, tulus ikhlas sampai surga.
Hafiz Ibrahim seorang Penyair Nil (Sya’ir al-Nil) menyenandungkan puisi indah:
الام مدرسة اذا اعددتحا ـ اعددت شعبا طيب الاعراق
الام روض إن تعهده الحيا ـ بالرى اورق ايما إيراق
الام أستاذ الاساتذة الالى ـ شغلت مآثر هم مدى الافاق
"Ibu adalah madrasah - Bila kau mempersiapkannya dengan baik, Kau mempersiapkan bangsa yang baik. Ibu adalah taman - Bila engkau merawatnya dengan air bening, Taman itu akan menumbuhkan pohon, dengan dedaunan yang lebat menghijau. Ibu adalah maha guru - Jejak kakinya terpateri sepanjang zaman."
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.