Foto: Dok. Media Istiqlal

Khutbah Jumat Istiqlal: Mempersiapkan Diri Menuju Ramadhan

Admin 28 Feb 2025 Warta Istiqlal

Oleh : Habib Ir. Nabiel Al Musawa, M.Si

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Sidang Jum'at Masjid Istiqlal yang berbahagia, Khatib berpesan agar kita semua menjaga taqwa kita pada ALLAAH ﷻ, sebab yang paling utama dan paling penting dari seluruh kehidupan kita di dunia dan sampai di akhirat kelak hanyalah mereka yang bertaqwa.

Dan tidak terasa kita sebentar lagi kita akan berada di bulan paling mulia, bulan pahala, bulan sedekah, bulan al Qur’an dan bulan istighfar. Karena bulan depan adalah bulan diturunkannya syariat puasa bagi seluruh ummat Islam, dan kita bahkan akan melaksanakan sebuah ibadah dimana jutaan ummat Islam diberbagai pelosok negeri Islam, bahkan di berbagai negeri yang lain melaksanakannya yaitu ibadah puasa Ramadhan.

Dalam ayat di surah al Baqarah 183  yg tadi Khatib bacakan tadi, ALLAAH ﷻ  menjelaskan pada kita kewajiban kita untuk berpuasa di bulan tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah  [2]:183)

Lalu apa saja ilmu yang dapat kita petik dari ayat di surah al Baqarah tersebut diatas?

Sidang Jum'at Masjid Istiqlal yang dimuliakan ALLAAH ﷻ,

Setidaknya ada 4 ilmu, yang bisa kita petik dan kita renungkan dari ayat tersebut diatas, agar puasa kita bisa mencapai derajat yang amat tinggi, yaitu sbb ;

1. Panggilan ALLAAH pada awal ayat tersebut;

Di dalam al Qur’an ada 4 tingkat panggilan ALLAAH ﷻ pada manusia, yang masing-masing menunjukkan level atau tingkatan manusia tersebut yaitu ;

  1. Panggilan paling rendah (yaitu saat ALLAAH memanggil dengan Yaa ayyuhalladzina kafaruu) 
  2. Panggilan tingkat kedua adalah saat ALLAAH memanggil dengan menyebut sisi kemanusiaan kita (Yaa ayyuhan naas atau Yaa ayyuhal insaan)
  3. Panggilan level 3 adalah saat ALLAAH menghargai keilmuan para Ahli Kitab (yaitu dengan memanggil mereka Yaa ahlal Kitab),
  4. Dan panggilan level 4, atau tertinggi bagi manusia biasa adalah saat ALLAAH memanggil kita dengan Yaa ayyuhalladzina aamanuu,

Artinya hendaklah kita benar-benar menghargai pemuliaan ALLAAH ﷻ -Tuhan kita- hingga IA memanggil kita dengan panggilan tertinggi untuk hamba-hamba NYA.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumuLLAAH, ilmu yg kedua dari ayat diatas adalah ;

2. Saat ALLAAH melanjutkan dengan menyatakan Kutiba alaykum ash Shiyam ;

  1.  Para ahli bahasa menyebutkan bahwa kata kutiba ‘alaykum ae furidho ‘alaykum
  2. Lalu dengan apa diwajibkannya puasa..? Yaitu dengan al Qur’an, dengan as Sunnah dan dengan al Ijma’, 
  3. Mengapa tidak dengan al Qur’an dan dengan as Sunnah saja..? Sebab jika tidak dengan al Ijma’ maka masih dimungkinkan terjadi khilaf diantara para ulama.

Hadhirin Kaum Mu'minin yg diampuni ALLAAH ﷻ ilmu dan pelajaran yang ketiga dari ayat tersebut adalah,

3. Kalimat kamaa kutiba alalladzina min qablikum : 

  1. Lihatlah puasanya Sayyidatina Maryam AS, di QS Maryam:26
  2. Lihatlah pula puasanya Sayyidina Thalut AS di QS al Baqarah:249
  3. Lihat juga puasanya Nabi Daud AS (HR Bukhari, no 1131 dan Muslim, no 1159)

Ma'asyiral mu'minin sidang Jum'at masjid Istiqlal yg diridhoi ALLAAH ﷻ hikmah yang keempat dari ayat diatas adalah,

4. Kalimat La’allakum tattaqun, tiap ibadah dalam Islam pasti ada tujuannya :

  1. Shalat : Mencegah perbuatan yang keji dan munkar. (QS al Ankabut, 45) 
  2. Zakat : Membersihkan harta dan mensucikan jiwa (QS at Taubah, 103) 
  3. Hajji : Menjauhkan diri dari berkata-kata porno, dosa/kefasikan dan berdebat. (QS al Baqarah, 197) 
  4. Dan adapun puasa dijelaskan di ayat 183 diatas yaitu agar kita semua menjadi orang yang bertaqwa pada ALLAAH ﷻ

Sidang Jum'at masjid Istiqlal yang diberi taufiq oleh ALLAAH ﷻ,

Dan terakhir yang perlu kita pahami dan siapkan menjelang Ramadhan ini ialah ;

5. Bahwa tiap ibadah dalam Islam selalu ada sisi lahir dan ada sisi batin nya ;

  1. Sisi batin dari shalat adalah makna bahasa dari shalat itu sendiri yaitu ad du’a (doa).
  2. Sisi batin dari zakat adalah makna bahasa darinya yaitu az zaka (suci dan bersih).
  3. Sisi batin dari hajji adalah safar atau ziarah (perjalanan), maka dimulia dengan ihram dari miqat, lanjut wukuf di Arafah, lalu berfajar-fajar di Muzdalifah, lanjut mabit di Mina, lalu melempar jumrah, dan diakhiri dengan thawaf ifadhah lalu sa’i dan tahallul akhir.
  4. Lalu sisi batin dari puasa apa..? Yaitu makna bahasanya ash shaumu = al imsak (menahan diri).

Demikian beberapa pelajaran dan persiapan kita tuk memasuki bulan penuh barakah dan pahala serta kemuliaan, masih banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, namun karena waktu jua maka khathib cukupkan sampai disini, semoga khutbah ini bermanfaat buat kita semua.. 
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.