Foto: Dok. Media Istiqlal

Khutbah Jumat Istiqlal: Introspeksi Diri dan Momentum Menuju Perubahan

Admin 26 Dec 2025 Warta Istiqlal


Khutbah Jumat Istiqlal: Introspeksi Diri dan Momentum Menuju Perubahan

Oleh: Dr. Anwar Saadi, MA
(Sekretaris Umum Ittihad Persaudaraan Imam Masjid)
 

Hadirin Jamaah salat Jumat yang berbahagia. Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan anugerah yang diberikan kepada kita. Sehingga kita dapat menjalankan ibadah salat Jum’at pada siang hari ini. Mudah-mudahan ibadah Jum’at kita diterima oleh Allah SWT.

Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Kita Muhammad SAW beserta para pengikutnya sampai akhir zaman.

Selaku khatib perkenankan saya berwasiat untuk diri saya sendiri dan hadirin sekalian, agar kita selalu di dalam iman dan taqwa, mampu menjaga konsistensi kita melaksanakan semua perintah  Allah dan menjauhkan diri dari hal-hal yang munkarat yang dilarang oleh Allah  SWT.

Hadirin jama’ah salat Jum’at yang berbahagia. Pada kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan khutbah dengan tema instrospeksi diri dan momentum menuju perubahan. Tema ini sangat relevan disampaikan mengingat beberapa hari ke depan kita akan memasuki tahun baru 2026 miladiyah.

Di dalam Al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 18 Allah Swt berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Al-Qurán digital yang dikeluarkan oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama memberikan penekanan tentang  makna ayat di atas, bahwa kata takwa mempunyai beberapa arti, diantaranya: pertama melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kedua, takut melanggar perintah Allah dan memelihara diri dari perbuatan maksiat.

Imam Ibnu Katsir memperjelas makna ayat وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ dengan ungkapan:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَانْظُرُوا مَاذَا ادَّخَرْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ مَعَادِكُمْ وَعَرْضِكُمْ عَلَى رَبِّكُمْ

Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Yaitu: Berhitunglah terhadap diri kalian sebelum kalian dihakimi, dan perhatikanlah apa yang telah kalian kumpulkan dari amal kebaikan untuk hari kembali kalian dan saat kalian menghadap Tuhan kalian.

Hadirin jama’ah salat Jum’at yang  berbahagia. Usia hidup kita sangat terbatas, kata Nabi usia hidup umatku antara 60-70 tahun. Pada usia yang sangat singkat ini, Nabi Muhammad Saw memberikan tuntunan kepada kita agar memanfatkan kesempatan hidup dengan sebaik-baiknya. Agar setiap perilaku dan tindakan yang kita lakukan dapat bermakna positif untuk diri kita dan berdampak nyata dan manfaat untuk orang lain.

مَن سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنقُص مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُها وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Barang siapa memperkenalkan suatu perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka. Dan barang siapa memperkenalkan suatu perbuatan buruk dalam Islam, maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dosa mereka.

Hadis ini memberikan afirmasi kepada kita bahwa setiap kebaikan  yang kita lakukan selain memberikan citra positif buat diri kita, juga menjadi role model buat orang lain, maka kebaikan dan pahala itu akan melimpah kepada kita. Sebaliknya apabila seseorang melakukan keburukan, dan keburukan itu diikuti oleh orang lain, maka segala keburukan dan dosa akan melimpah kepadanya.

Orang-orang dengan reputasi dan follower yang besar, menjadi role model dan panutan bagi pengikutnya dan berkesempatan memproduksi amal saleh sebanyak-banyaknya yang menjadi asset berharga di akhirat kelak. Sebaliknya mereka yang menjadi contoh perbuatan buruk, akan mendulang dosa yang akan menyulitkan dirinya kelak di akhirat.

Al-Qur’an memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang congkak di muka bumi, mengingkari berbagai nikmat dan anugerah yang Allah berikan, seolah usia hidup tidak berujung, seolah masa keemasan yang dimiliki tidak akan berakhir. Sehingga perilaku dan kebiasaan yang dilakukan menunjukan keingkaran yang nyata.

قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهۗ  مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهۗ مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَه فَقَدَّرَهۗ ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهۙ ثُمَّ اَمَاتَه فَاَقْبَرَهۙ ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهۗ كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهۗ فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٓ اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ  وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ وَّحَدَاۤىِٕقَ غُلْبًا  وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا  مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ ۙ
Celakalah manusia! Alangkah kufur dia! Dari apakah Dia menciptakannya? Dia menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukan (takdir)-nya. Kemudian, jalannya Dia mudahkan. Kemudian, Dia mematikannya lalu menguburkannya. Kemudian, jika menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya. Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah. Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, pohon kurma, kebun-kebun (yang) rindang, buah-buahan, dan rerumputan. (Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu. (surat Abasa: 17-32).

Ayat-ayat di atas mengingatkan kita, betapa banyak nikmat dan fasilitas hidup yang Allah berikan kepada kita, agar kita selalu mendekat kepada Allah dan mensyukuri segala anugerah yang Allah berikan kepada kita. Segala karunia Allah yang dititipkan kepada kita; rizki, pangkat jabatan, popularitas, bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan dan membuat kita lupa kepada Allah, akan tetapi semua fasilitas tersebut agar dikembalikan peruntukannya kepada Allah.

Allah membimbing kita agar semua potensi yang Allah berikan kepada kita untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang terbaik. Dalam QS.28, Al-Qashash ayat 77, Allah berfirman:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Ibnu Katsir menjelaskan makna وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ   dengan makna:
اسْتَعْمِلْ مَا وَهَبَكَ اللَّهُ مِنْ هَذَا الْمَالِ الْجَزِيلِ وَالنِّعْمَةِ الطَّائِلَةِ، فِي طَاعَةِ رَبِّكَ وَالتَّقَرُّبِ إِلَيْهِ بِأَنْوَاعِ الْقُرُبَاتِ، الَّتِي يَحْصُلُ لَكَ بِهَا الثَّوَابُ فِي الدَارِ الآخِرَةِ

Gunakanlah apa yang telah Allah berikan kepadamu berupa kekayaan dan nikmat yang melimpah ini untuk taat kepada Tuhanmu dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui berbagai ibadah, yang dengannya kamu akan mendapat pahala di akhirat.

Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa segala fasilitas yang diberikan Allah kepada kita, dituntut pemanfaatannya untuk memuliakan Allah, tanpa mengenyampingkan hak-hak keperluan mendasar kita di dunia.

Orang yang bertaqwa kepada Allah selalu memperhatikan segala apa yang akan dikerjakannya, adakah manfaat untuk dirinya di akhirat? Apakah segala yang dikerjakannya dapat membawa mudharat dan kerugian bagi orang lain? Kita perbaiki dan evaluasi terus perilaku sosial kita, sejauhmana kedekatan diri kita kepada sang pencipta?

Marilah kita introspeksi diri,  merenungkan segala karya yang sudah kita lakukan, agar diri kita, anak-anak kita, istri kita, keluarga kita selalu terjaga iman dan Islamnya, agar kita semua selalu dalam bimbingan dan  hidayah-Nya, diselamatkan dari berbagai fitnah dan cobaan dunia, diselamatkan dari  siksa neraka. Allah  jadikan hidup kita hidup yang berkah dan manfaat. Dan apabila telah sampai usia kita, Allah ambil dalam keadaan husnul khatimah.
Kita dokan pula para pemimpin kita agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanah agar dapat membawa masyarakat dan bangsa kita menjadi bangsa yang maju, bangsa yang berperadaban, rukun damai sejahtera diberkahi dan dirahmati Allah Swt.
Kita juga mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra dan tempat lainnya agar diberikan ketabahan dan kesabaran, para korban yang meninggal dunia semoga Allah jadikan mereka sebagai syuhada dengan balasan surga di sisiNya.
Amiin ya rabbal alamin.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.