Oleh : Prof. Dr. KH. Miftah Faridl
Puji dan syukur kita panjatkan kekhadirat Allah subhanahu wata'ala, shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta segenap keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Allah subhanahu wata'ala mengutus Beliau untuk menebar kasih sayang kepada seluruh alam.
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Artinya : “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya/21: 107).
Kepada ummatnya beliau menyampaikan pesan-pesan moral agar ummatnya menjadi umat yang berakhlak mulia, membangun kasih sayang sesama mereka dan kasih sayang kepada seluruh alam semesta. Beliau dengan semangat kasih sayang berusaha keras agar umatnya membangun budaya kasih sayang. Kasih sayang tidak hanya untuk keluarga, tidak hanya untuk teman-teman seiman tapi kasih sayang terhadap semua mahluk Allah subhanahu wata'ala.
Dalam menyikapi alam, Allah subhanahu wata'ala menyampaikan pesan “janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi setelah bumi itu baik”. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَاۗ
Artinya : “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik” (QS. Al-A’raf/7 : 85).
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Allah subhanahu wata'ala juga berfirman: “telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum/30 : 41).
Alam ini rusak karena tangan-tangan jahat manusia. Untuk itu manusia perlu disadarkan agar mereka tidak merusak alam. Sebab kalau alam dirusak maka pada saatnya alam akan merusak manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutuk seorang Wanita yang mengurung kucing sampai mati karena kucing tersebut tidak diberi makan. Beliau pernah memuji seorang wanita yang akhlaknya tidak baik tapi sempat menolong memberi minum seekor anjing yang hampir mati karena kehausan. Beliau melarang memotong atau menyembelih hewan dengan pisau yang tumpul atau batu, beliau juga melarang menyakiti hewan-hewan lainnya.
Terhadap mereka yang melakukan pelanggaran umum hendaklah diberi hukuman yang adil dan penuh kasih sayang, dan kalau mungkin masih bisa dimaafkan maka memafkan itu sikap yang paling baik. Mereka yang didzalimi dijanjikan bahwa do’a mereka akan dikabulkan. Allah subhanahu wata'ala mengutuk mereka yang memberikan hukuman yang berlebih-lebihan atau menghukum seseorang karena dendam atau karena marah.
Proses pendidikan baik yang dilakukan oleh orangtua sendiri atau oleh seorang pendidik hendaknya dilakukan dengan semangat kasih sayang, bukan karena dendam atau karena emosi kemarahan. Menebar semangat kasih sayang antara sesama manusia antara lain dikemas dalam pesen-pesan moral Beliau:
1. Membuat orang lain gembira adalah shadaqah.
2. Menampakan wajah yang cerah dan menyenangkan adalah bagian dari shadaqah.
3. Ucapan yang baik itu lebih baik daripada shadaqah yang disertai ucapan-ucapan yang menyakitkan, atau beliau SAW juga berpesan “berucaplah dengan ucapan yang baikbaik atau diam tidak berucap.”
4. Orang yang baik diantara kamu adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.
5. Do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Beliau disakiti di dzalimi orang-orang jahat : “Allahummaahdi qaummi’innahum qaumun la ja’lamun” (Ya Allah berilah mereka petunjuk karena mereka orang yang belum tahu).
Dalam menyikapi perbedaan keyakinan Al-Qur’an mengajarkan, antara lain:
1. Siap untuk berbeda menghargai ritual agama orang lain dengan tanpa mencampur adukkan dengan bentuk-bentuk ibadah masing-masing agama (QS. Al-Kafirun/109: 1-6).
2. Setiap muslim wajib menyebarluaskan Islam dengan cara yang baik tidak dengan penghinaan, ejekan-ejekan dan tidak boleh ada paksaan (QS. An-Nahl/16: 125, Ali Imran/3: 159).
3. Seorang muslim tidak boleh menghina Tuhan agama lain (QS. Al An’am/6: 108).
4. Berdakwah hendaknya dengan cara penuh hikmah dan pesan-pesan yang mengesankan. (QS. An-Nisa/4: 63).
5. Menyadarkan orang lain hendaknya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran; Kalau tidak bisa sabar tinggalkan sementara dengan cara baik (QS. Al-Muzzammil/73: 10).
6. Berbuat kebaikan kepada siapapun hendaknya dilakukan dengan ikhlas agar dapat bernilai sebagai ibadah.
7. Islam mengajarkan akhlak mulia untuk terciptanya suasana kehidupan yang indah, nyaman, harmonis seperti yang dipesankan Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat/49: 6-13, di antara pointnya:
7.1. Tabayyun (mengecek sumber informasi)
7.2. Ishlah (meluruskan dan mendamaikan)
7.3. Hindari tasyiriyah (memperolok-olokan)
7.4. Hindari talamuz (penghinaan)
7.5. Hindari tanabazu bil Aqob (memanggil seseorang dengan gelar-gelar yang menyakitkan)
7.6. Hindari tajazzus (mencari-cari kesalahan orang lain)
7.7. Hindari suudzhan (berburuk sangka)
7.8. Hindari ghibah (menggunjing, membuka ‘aib orang lain)
7.9. Menyadari adanya perbedaan jenis kelamin, suku, bangsa sebagai taqdir dari Allah subhanahu wata'ala untuk melahirkan semangat ta’aruf, semangat kompetitif dalam ketaqwaan.

Ada enam pesan Rasulullah SAW dalam pergaulan sesama muslim membangun dan merawat komunikasi yang baik dan harmonis, yaitu:
1. Menjawab salam apabila orang lain mengucapkan salam,
2. Memenuhi undangan apabila diundang,
3. Memberikan solusi kalau diminta saran/pendapat,
4. Menjawab bersin kalau orang lain bersin mengucapkan Alhamdulillah.
5. Mengunjungi dan mendo’akan orang lain yang sakit.
6. Mengkafani, menyolatkan dan mengantarkan yang wafat ke kuburan.
Perbuatan-perbuatan itu termasuk perbuatan yang disukai Allah subhanahu wata'ala. Islam itu bersinar kalau umatnya dengan ikhlas melaksanakan ajaran Islam, Islam itu bisa tercoreng karena perilaku yang tidak baik dari umatnya. Dakwah dengan teladan itu sering-sering lebih berkesan dan tidak membuahkan dendam dibandingkan dengan dakwah hanya dengan lisan, himbauan-himbauan atau seruan-seruan.
Kesuksesan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Ulama pengikutnya tidak hanya karena luasnya wawasan ilmu, kefasihan lidah, ketajaman uraian dan tulisan, tapi terutama karena akhlak keteladanan yang syarat dengan kasih sayang.
Kita yakin dan harus yakin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat berhasil membangun masyarakat yang ideal selain karena ajarannya yang benar dan agung juga karena akhlak dan pribadi beliau-beliau yang mulia dan agung yang rahmatan lil’alamin.
Mari kita buktikan dengan amal dalam kehidupan kita bahwa Islam itu benar, baik dan indah. Jangan sampai terjadi orang lain benci, sinis, phobia, takut kepada Islam karena perilaku kita yang sebenarnya tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita harus bekerja keras dengan ikhlas agar Islam nampak sebagai ajaran yang penuh kasih sayang. Seperti pesan moral seorang tokoh : “Al-Islam mahjubun bil muslimin. Tarakal masihiyun adyanahum fattakiddamu wa tarakal muslimun adyanahum fattakharu”.
Islam terhalang oleh perilaku umat Islam sendiri, orangorang Masehi meninggalkan agamanya, mereka menjadi maju dan orang-orang muslim meninggalkan agamanya, mereka menjadi tertinggal. “Isyhadu bi anna Muslimun”. Buktikan bahwa kita adalah Islam dengan akhlak Islami. Islam rahmatan lil’alamin.
Dengan indah Al-Qur’an menggambarkan hamba-hamba Allah subhanahu wata'ala yang disayang, Allah subhanahu wata'ala shadaqah dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan ayat 63 - 75 :
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ٦٣ وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا ٦٤ وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ۖ ٦٥ اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ٦٦ وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا ٦٧ وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًا ۙ ٦٨ يُّضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا ۙ ٦٩ اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ٧٠ وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَاِنَّهٗ يَتُوْبُ اِلَى اللّٰهِ مَتَابًا ٧١ وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا ٧٢ وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا ٧٣ وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ٧٤ اُولٰۤىِٕكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوْا وَيُلَقَّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَّسَلٰمًا ۙ ٧٥
"Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.” Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.” Sesungguhnya ia (Jahanam itu) adalah tempat menetap dan kediaman yang paling buruk. Dan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya. Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa. Baginya akan dilipatgandakan azab pada hari Kiamat dan dia kekal dengan azab itu dalam kehinaan. Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Siapa yang bertobat dan beramal saleh sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenarnya. Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya. Dan, orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta." Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka serta di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam. (QS. Al-Furqan/25: 63-75)
Hamba-hamba Allah subhanahu wata'ala berjalan diatas bumi dengan penuh wibawa; Kalau ada orang yang memperolok-olokan mereka membalas dengan salam. Mereka yang membiasakan sujud di shalat malam mereka berdo’a agar dijauhkan dari adzab Jahannam, kalau berinfak tidak belebihan dan tidak pula kikir. Tidak membunuh manusia, tidak zina, rajin beribadah, tidak bersaksi palsu. Kalau lewat mereka lewat dengan kemulyaan tanpa kepalsuan, mereka tersentuh dan tidak sombong ketika dibacakan Ayat-ayat Allah subhanahu wata'ala. Mereka semua biasa berdo’a untuk kebaikan diri, keluarga dan keturunan.
Semoga Allah subhanahu wata'ala menjadikan kita sebagai ibadurrahman yang istiqamah dan ikhlas mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘alamin. Aqulu qauli hadza, fa astaqfirullahal adzhim innahu huwal ghafurururahim. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.