Jakarta, www.istiqlal.or.id - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyambut dan memberi pembekalan kepada seratus peserta Kader Pemimpin Muda Nasional (PKPMN) garapan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jumat (6/10) pagi.
Pembekalan diawali dengan pemaparan peran Masjid Istiqlal yang dijadikan sebagai rumah besar bagi segenap bangsa Indonesia. "Rumah besar untuk kemanusiaan, bukan hanya rumah besar umat Islam, tetapi umat beragama lain, umat manusia darimana pun warga negaranya," ujar KH Nasaruddin Umar kepada para peserta, di Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal, Jakarta.
"Masjid Istiqlal mencontoh masjid pada era Rasulullah SAW," tambah KH Nasaruddin Umar. Sehingga Istiqlal bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga fungsi-fungsi kemasyarakatan lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya lembaga pendidikan seperti Madrasah Istiqlal Jakarta ataupun Pendidikan Kader Ulama (PKU-MI) yang bekerjasama dengan PTIQ serta Majelis Taklim Kaum Ibu.
.jpeg)
Terdapat juga rumah sehat yang bekerjasama dengan Baznas, Unit Pelayanan Zakat, pelatihan keterampilan remaja seperti Marching Band Masjid Istiqlal, Pagar Nusa, Tapak Suci hingga Archery.
Dengan hadirnya peserta program PKPMN Kemenpora yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, KH Nasaruddin Umar juga turut bahagia karena para peserta merupakan bagian dari representasi pemuda Indonesia, kebanggaan bangsa dan calon-calon pemimpin masa depan.
"Kalian ini adalah representasi pemuda Indonesia. Saya rasa ini kebanggaan kita semua. Justru yang kita butuhkan saat ini adalah pemimpin-pemimpin muda. Pemimpin muda ini adalah harapan bangsa," sebut KH Nasaruddin Umar.


KH Nasaruddin Umar juga berpesan agar para pemuda dapat menjadi pemimpin yang kuat kokoh dan jujur terpercaya. "Apa artinya kokoh, kuat, tetapi kalau tidak jujur. Apa artinya jujur kalau lembek. Jadi kombinasi antara kekuatan dan jujur ini sangat penting," tegasnya.
KH Nasaruddin Umar juga menasihati agar para pemuda senantiasa menjaga diri dari godaan-godaan pada lawan jenis, jabatan, juga harta. Selain itu, disarankan juga untuk mempelajari bahasa asing, menguasai ilmu komunikasi, menjaga kesehatan, mengasah talenta dan ragam keterampilan diri.
"Dan satu ini yang penting karena tidak ada artinya yang lain itu kalau yang satu ini gagal, yaitu perbaiki komunikasi dengan Allah subhanahu wata'ala, atau agama apapun Ananda, dekatlah dengan Tuhannya masing-masing," tegas KH Nasaruddin Umar. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.