Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kunci Bahagia terbagi menjadi dua, yang pertama Allah yang menurunkan sakinah, dunia tidak dirancang untuk hati kita melainkan dunia dan isinya dirancang untuk lahir kita dan hati kita hanya untuk Allah maka akan merasa bahagia.
Iman dan amal shaleh, ada 3 ciri orang yang kurang iman, pertama selalu merasa cemas dengan yang belum terjadi di dunia, kedua orang yang lemah imannya terbelenggu oleh masa lalu dan jika ingat kepada masa lalu hati merasa sedih, kecewa, sakit hati, dan jengkel, dan ciri yang ketiga selalu merasa hidup yang dijalaninya rumit, hidunya tidak nyaman.
Hal tersebut dikarenakan tidak ada Allah di dalam hatinya. Jika orang yang beriman bagaimana hari esok, lusa, dan seterusnya meyakini bahwa yang menjamin adalah Allah Tuhan Semesta Alam yang maha perkasa pemilik langit dan bumi yang maha gagah, maha baik yang pertolongannya tidak pernah mengecewakan, tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Jangan pernah merasa takut karena ada Allah yang terpenting menjadi orang yang disukai Allah dan setelah itu serahkan diri kita pada Allah itu pasti yang terbaik dan tidak ada yang lebih menyayangi kita diantara siapapun selain Allah sang pencipta. Maka jangan takut ada Allah, dan seharusnya yang kita takuti adalah Allah tidak suka dengan kita jadi lakukan saja ibadah yang terbaik, doa yang baik, akhlak yang baik, dan ikhtiar yang baik.
Kita fokus untuk tingkatkan iman, fokus kesibukan kita jadi amal shaleh, dan itulah yang membuat bahagia. Dunia ini milik Allah sepenuhnya, harta benda milik Allah, dan Allah yang membagikan sesuka Allah, kapan, dimana, dan berapa jumlahnya. Maka dari itu jangan takut dan risau tentang dunia ini karena dunia ini sepenuhnya sepenuhnya milik Allah.
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ
lillahi Ma fis samawati wa fi ard
yaitu jangan pernah takut karena tidak kebagian dunia karena dunia ini sepenuhnya milik Allah yang membagikan kapan, dimana, berapa jumlahnya, kapan dilapangkan, kapan disempitkan, kapan Allah memberikan dan kapan Allah mengambil separuhnya itu adalah Allah yang menentukan.
Jadikan dunia ini jadi amal saleh dan salah satu yang harus kita lakukan agar iman kita kuat, sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam “Man Kana yu’minu Billahi Wal Yaumil akhir falyaakul khairon auliasmut” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.
Bicara itu ada empat tingkatannya yang pertama bicara baik apa itu bicara baik bicara baik itu yang paling top adalah zikrullah taala tidak ada perkataan yang terbaik selain menyebut nama Allah, yang kedua amar ma’ruf nahi munkar mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah orang dari perbuatan buruk itu adalah perkataan baik termasuk zikrullah.
Membaca Al-Qur’an termasuk zikrullah, zikrullah adalah sholawat banyak dengan asma-asma Allah yang diajarkan Rasulullah, hal itu termasuk kelompok tertinggi. Setiap perkataan akan ada dampak, kalau belum mendapatkan niat baik, belum yakin yang kita katakan benar dan belum yakin manfaatnya maka pilihannya adalah diam, jadi Allah menciptakan lisan ini cuma dua pilihannya yaitu bicara baik atau diam.
“Man Kana akhir kalamihi Lailahaillallah dakholal Jannah” Barang siapa yang akhir kalamnya “Lailahaillallah” maka Allah masukkan ke surga karena lisan dijaga, hadiahnya diberikan oleh Allah bisa meninggal dalam keadaan berzikir Lailahaillallah.
Barang siapa yang meninggalkan perdebatan, dalilnya “ku jamin istana di pinggiran surga bagi yang meninggalkan debat, walaupun dia benar aku jamin istana di tengah surga bagi yang meninggalkan dusta, walau dalam keadaan bergurau aku jamin istana di tempat tertinggi di surga bagi yang berakhlakul karimah, dan tidak usah berdebat jika debatnya tidak bermanfaat dan tidak perlu mencari kemenangan kalau perdebatan itu dalam kondisi amarah.
Jadi kesimpulan siapapun yang ingin Bahagia maka fokus menjaga lisan, daripada banyak berbicara maka ganti menjadi zikrullah, banyak mengaji. Jika tidak untuk menguatkan Iman dan tidak jadi amal saleh maka tidak masalah karena jika tidak tahu solusinya maka doakan tidak usah diobrolkan jika tidak ada manfatanya.
Jika hidup gelisah baca Al-Qur’an karena Al-Qur’an bisa membuat tenang, Allah suka kita membaca kalamullah, Allah tahu kita membaca ayat-ayatnya, dan lebih baik lagi jika kita membaca terjemahannya, Allah lebih suka kita berusaha mengerti tuntunannya. (RST/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.