Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Jumat Istiqlal: Berkunjung Karena Allah SWT dan Menjenguk Orang Sakit

Admin 02 Jan 2025 Warta Istiqlal

Oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A.

Menjenguk orang sakit berarti turut merasakan sakit. Mendatangi dan mnjenguk orang sakit adalah perwujudan rasa keperdulian terhadap orang lain dan turut serta ikut merasakan apa yang dirasakan oleh si sakit itu. Membesuk orang sakit adalah sebuah kewajiban yang diperintahkan agama. Melakukan hal itu adalah perbuatan terpuji. Hal ini dinyatakan oleh Rasulullah dalam beberapa sabdanya.

Di antaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis riwayat Muslim yang menyatakan: “Barang siapa yang membesuk orang sakit, ia senantiasa berada dalam suasa yang menyenangkan di dalam surga dengan berbagai macam buah-buahan yang telah dipetik.”

Di dalam hadis yang lain yang juga diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya pada hari kiamat Allah subhanahu wata'ala berfirman: “Wahai Anak Adam, aku telah sakit, mengapa kamu tidak menjenguk-Ku? Anak Adam menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk Mu, sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam? Allah berfirman: “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit, dan kamu tidak menjenguknya. Tidak tahukah kamu bahwa jika kamu menjenguknya, tentu kamu akan menemukan-Ku berada di sisinya” (HR Muslim).

Hal-hal yang perlu dilakukan pula ialah sebagai berikut: 
1. Takziyah 
2. Menyebut-nyebut kebaikan yang sudah meninggal di depan keluarganya 
3. Menenangkan keluarga si mayit untuk bersabar 
4. Turut merasakan kesedihan janda dan anak yatim 
5. Turut merasakan kesedihan janda cerai
6. Turut merasakan kekurangan yang dialami oleh pihak lain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan bagai semua umatnya dalam segala hal, sikap, dan tindakan beliau. Hambanya yang mengikutinya akan mendapatkan kebahagiaan dan kselamatan dalam kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Keteladan Rasulullah dalam hal ini dapat dilihat dalam banyak hadisnya, baik yang bersifat qauli (dalam bentuk ucapan) maupun dalam bentuk fi’li (perbuatan). Salah sabdanya yang menyetakan tentang hal ini ialah ketika beliau menerima wahyu pertama. Ketika itu dalam kondisi tubuh gemetar karena takut, belaiu mendatangi Khadijah seraya berkata: “Sungguh aku khawatir atas diriku, wahai Khadijah”. Khadijah hanya berkata: “Sekali-kali hal itu tidak akan terjadi. Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan menghinakan dirimu selamanya. Engkau menyambung tali kekeluargaan, menanggung beban orang yang sedang kesusahan, memuliakan tamu, dermawan terhadap fakir, dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah”.

Banyak sekali contoh-contoh kebaikan yang telah dilakukan oleh orang-orang salih terdahulu kepada orang-orang yang tidak mampu dan membutuhkan bantuan yang ada di sekitar mereka. Mereka itu memiliki hati yang suci untuk memberi kepada yang membutuhkan bantuan dan membantu yang tidak mampu. Di antara keteladanan itu ialah apa yang telah ditunjukkan oleh kaum Anshar kepada kaum Muhajirin, sebagai saudara-sauara mereka yang baru berhijrah dari Makkah ke Madinah Anas meriwayatkan bahwa seseorang pernah datang menemui Rasulullah, berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si Fulan memiliki pohon kurma dan pagar kebunku hanya adapat aku bangun dengan pohon tersebut. Tolong perintahkan ia supaya memberikannya kepadaku sehingga aku dapat membangun pagarku”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda kepada pemilik kurma itu, “Berikanlah kepadanya pohon kurma itu dan Allah akan menggantikan dengan kurma di Surga”. Tidak dapat diingkari bahwa turut berduka atas musibah yang menimpa saudara yang lain dan membantu mereka yang tertimpa musibah mempunyai faidah yang sangat besar. Di antaranya, seperti yang dikemukakan oleh Mahmud al-Bishri, sebagai berikut:
1. Melahirkan cinta kepada Allah dan cinta kepada makhluk.
2. Menjadi bukti bahwa kita mencintai kebaikan untuk orang lain
3. Menumbuhkan semangat persaudaraan di antara manusia
4. Memperkuat hubungan di antara kaum muslimin
5. Ikut membantu meringan beban orang lain.
6. Membuat orang lain senang shingga ia dapat menatap hidup dengan penuh gembira dan ceria
7. Menjadi amal yang dicintai Allah 
8. Membuahkan persatuan dan memperkuat persaudaraan dan melahirkan kasih sayang 
9. Menolak kekerasan dan menghilangkan dendam dan membunuh benih-benih kedengkian.

Sikap membantu orang yang lemah, yang memiliki kelemahan, memiliki kekurangan, tidak berdaya sehingga mereka menjadi mampu berdaya adalah sikap yang sangat terpuji. Bantuan yang diberikan kepada mereka, apa bentuknya, seberapa pun jumlah akan merupakan kebaikan yang digantikan oleh Allah dan merupakan kebaikan yang akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi-Nya.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.