Intisari Kajian Rabu, 02 Oktober 2024
Oleh Drs. KH. A. Dzulfatah Yasin, M. Ag
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Ma’asyiral Muslimin. Disunnahkan bagi kita untuk memperbanyak ketika kita di dalam masjid, yaitu memperbanyak ingat kepada Allah subhanahu wata’ala. Seperti salah satu doa yang diajarkan Rasulullah saw yang berbunyi:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Allahummaftha lii abwaaba rahmatika.”
Artinya: “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku” (HR. Muslim).
Sedangkan apabila keluar masjid disunnahkan membaca :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Allaahumma innii as'aluka min fadhlik.”
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu." (HR. Muslim).
1. Perbanyak Dzikir
Diterangkan bahwa ketika seseorang memasuki masjid maka hendaklah di dalam hatinya berniat mengingat dan hanya untuk mencari ridho Allah subhanahu wata’ala. Sedangkan doa keluar masjid adalah untuk meminta dibukakan pintu rahmat Allah dan anugerah-Nya.
Pengarang kitab Al adzkar Annawawiyah mengatakan apabila seseorang berada di dalam masjid diusahakan jangan membicarakan urusan duniawi yang kurang atau tidak bermanfaat. Hal tersebut merupakan sindiran agar kita senantiasa hanya mengingat Allah dan diiringi dengan mengucapkan tasbih, tahlil, tahmid dan takbir dan dianjurkan juga untuk memperbanyak melafalkan zikir.
2. Membaca Al-Qur'an
Selanjutnya, dianjurkan juga untuk memperbanyak membaca Alquran. Membaca Alquran adalah salah satu cara kita mengingat Allah SWT (dzikrullah). Terdapat juga ungkapan bahwasanya "Man araada ay yatakallama ma'allah fa'alaihi bitilawatil qur'aan." Yang artinya, "Barang siapa yang ingin berlama-lama berbicara dengan Allah, bacalah Alquran.”
Hal tersebut terjadi karena Alquran adalah “Kalamullah” yang berarti “Pembicaraan Allah”. Seseorang muslim dianjurkan membaca Alquran ketika di dalam masjid karena seolah-olah muslim tersebut sedang berkomunikasi/berdialog dengan Allah subhanahu wa ta'ala.
3. Membaca Hadist Rasulullah SAW dan Ilmu Syariah
Ma’asyiral muslimin. Yang ketiga disunnahkan untuk membaca hadits riwayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Masjid Istiqlal telah menyediakan kajian dialog Zuhur, kajian Hawamisy, dan renungan fajar, yang setiap forum mengungkapkan tentang ayat-ayat Alquran, hadist-hadist Rasulullah SW, pelajaran tentang ilmu fiqih dan ilmu syari'ah.
Hal ini terdapat dalam surat An-Nur/24 : 36-37. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فِيْ بُيُوْتٍ اَذِنَ اللّٰهُ اَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗۙ يُسَبِّحُ لَهٗ فِيْهَا بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ ۙ (36) رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِ ۙيَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُ ۙ (37)
Artinya : “(Cahaya itu ada) di rumah-rumah yang telah Allah perintahkan untuk dimuliakan dan disebut di dalamnya nama-Nya. Di dalamnya senantiasa bertasbih) kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Dan orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat).” (An-Nūr [24]:36 – 37)
Seorang yang mengagungkan syiar Allah SWT, maka itu menandakan ketakwaan hati seseorang kepada Allah subhanahu wata'ala. Hal ini sesuai engan firman-Nya:
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ وَاُحِلَّتْ لَكُمُ الْاَنْعَامُ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوْا قَوْلَ الزُّوْرِ ۙ
Artinya: Demikianlah (petunjuk dan perintah Allah). Siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (ḥurumāt)500) lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Semua hewan ternak telah dihalalkan bagi kamu, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya). Maka, jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhi (pula) perkataan dusta." (Al-Ḥajj [22]:30)
Ayat lain menyimpulkan,
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah) sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati.” (Al-Ḥajj [22]:32)
Masjid itu dihuni oleh orang-orang yang selalu mengingat Allah SWT karena mereka tidak dilalaikan oleh urusan dunia. Sesuai dengan irman Allah dalam surat Al-Munāfiqūn [63]: 9 yang berbunyi :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS. Al-Munāfiqūn [63]:9)
Allah SWT mengingatkan kita semua agar jangan sampai segala hal yang kita miliki melalaikan kita semua untuk ingat kepada Allah subhanahu wata'ala. Hendaklah kita selalu mendengar nasihat dan meniatkan untuk mentaati apapun yang diajarkan oleh Allah dan rasul-Nya.
4. Berniat I'tikaf
Dianjurkan juga untuk berniat i’tikaf meskipun hanya sebentar atau hanya melewati masjid. Niat i’tikaf dapat dilakukan di mana saja selama berada di masjid, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Setiap Muslim yang berada di masjid dianjurkan untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan). Ini untuk menjaga kemuliaan dan kesucian masjid sebagai tempat ibadah dan mengingat Allah. Orang yang beristiqamah dalam ibadah dan taat kepada Allah akan memperoleh Husnul Khatimah (akhir kehidupan yang baik).
Firman Allah SWT menegaskan bahwa orang yang tenang jiwanya akan kembali kepada Allah SWT dengan keadaan ridha.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُيٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُ, ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً, فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ, وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ, ۚ
Artinya : “Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku!" (QS. Al-Fajr [89]: 27–30)
Poin-poin ini menekankan pentingnya menjaga adab di masjid, memperbanyak zikir, dan beramal soleh untuk memperoleh rahmat serta ridha Allah SWT.
Tonton video lengkapnya: di sini.
(CITRA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.