Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Hawamisy: Keistimewaan Shalat Jumat

Admin 19 May 2025 Warta Istiqlal

Oleh : KH. Ahmad Mulyadi, SE.I 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Di antara keistimewaan yang Allah berikan terkait dengan keutamaan shalat Jumat adalah sesungguhnya hari Jumat itu adalah hari yang agung dan sebaik-baik hari.

Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda :

عن أبي لبابة بن عبد المنذر قال: قال رسول اللهصلى الله عليه وسلم: إن يوم الجمعة سيد الأيام وأعظمها عند الله من يوم الأضحى ويوم الفطر

Artinya : "Hari Jumat adalah 'tuannya' semua hari, dan hari yang paling agung. Di mata Allah, hari Jumat lebih agung dari Hari Idul Fitri dan Idul Adha," (HR al-Baihaqi).

1.      Allah menciptakan Nabi Adam

Pada hari itu, setelah Nabi Adam diciptakan di surga kemudian diturunkan oleh Allah SWT ke muka bumi ini, dan pada hari Jumat juga Nabi Adam diwafatkan oleh Allah SWT, dikembalikan lagi kepada Allah SWT.

Dari riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Dalam hadis yang lain, dari riwayat Imam Abu Hurairah semoga Allah meridhai atas beliau. Beliau menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda :

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، فِيهِ خَلَقَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامَ وَفِيهِ أُهْبِطَ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ وَفِيهِ مَاتَ

Artinya : “Sebaik baik hari dimana matahari terbit padanya adalah hari Jumat, pada hari itu Allah SWT menciptakan Adam, pada hari itu Allah menurunkan ia ke bumi, pada hari itu diterima taubatnya, pada hari itu ia wafat.”

2.   Waktu mustajabnya doa

Lalu pada hari Jumat itu ada waktu jika seorang hamba meminta sesuatu pasti Allah akan mengabulkannya.

لَا يَسْأَلُ اللهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَنَاهُ اللَّهُ تَعَالَى إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلُ مَاتَنَا أَوْ قَطِيعَةَ رَحْمٍ

Artinya : “Tidaklah seorang hamba meminta kepada Allah sesuatu melainkan Allah berikan kepadanya, selama ia tidak meminta yang haram dan memutuskan silaturahim.”

Allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya selama hamba tersebut tidak meminta kepada Allah perkara yang haram. Lalu terdapat waktu mustajabnya yakni saat pagi hingga siang, saat pelaksanaan shalat Jumat hingga selesai, sore sampai matahari terbenam.

3.      Matahari terbit dengan cahaya terbaik

لا تَطْلُعُ الشَّمْسُ وَلا تَغْرُبُ عَلَى يَوْمٍ أَفْضَلَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya : “Tidaklah matahari terbit dan tenggelam pada suatu hari yang lebih utama dari hari Jum’at.” (HR. Ahmad, ‘Abdur Rozaq, Ibnu Hibban, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shahih At Targib wa At Tarhib bahwa hadits ini hasan)

4.   Terjadi peristiwa hari kiamat

Pada hari Jumat terjadi peristiwa hari kiamat. Hari kiamat ini digambarkan bagaimana nanti gunung, malaikat, langit, bumi, dan angin, ciptaan-ciptaan Allah yang besar seperti laut akan takut dengan kehadiran hari Jumat karena nanti peristiwa hari Jumat merupakan salah satu terjadinya hari kiamat.

وَمَا مِنْ مَلَكَ مُقَرَّبٍ وَلَا سَمَاءِ وَلَا أَرْضِ وَلَا جِبَالٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya : “…dan pada hari itu kiamat terjadi, tidak ada dari malaikat yang terdekat dengan Allah, langit, bumi, dan gunung, kecuali menaruh belas kasihan pada hari Jum’at.”

مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ مُسَبِّحَةٌ يَوْمَ الْجُمْعَةِ مِنْ حِينَ تُصْبِحَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنَ السَّاعَةِ إِلَّا الْجِنَّ وَالإِنْسَ

Artinya : “Tidak ada dari binatang melata kecuali bertasbih kepada Allah pada hari Jumat dari pagi hingga terbit matahari karena khawatir akan hari kiamat, kecuali jin dan manusia.”

Manusia adalah makhluk yang paling berharga dan manusia diberi tuntunan dan tuntutan. Manusia yang diberi tuntunan dan tuntutan nanti disebut dengan mukalaf maka dari itu  mereka berharga. Di yaumul kiyamah nanti mereka akan mendapat hisab, ganjaran baik dan buruk.

Di hari Jumat nanti pada hari kiamat, kita sebagai makhluk akan bertemu dengan Sang Pencipta yaitu Allah SWT, dan pada hari Jumat itu ganjaran terhadap orang-orang ahli surga yakni Allah akan menampakkan dengan penampakan yang gambaran tajjalil nya sebagai Tuhan yang Maha Agung dengan tajjalil yang universal atau umum terhadap ahli surga. Dijelaskan dalam surah Al-Qaf ayat 35 yang berbunyi :

لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ فِيْهَا وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ۝٣٥

Artinya : “Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada Kami masih ada lagi tambahan (nikmat).”

5.   Shalat subuh pada hari Jumat

Ini merupakan keistimewaan hari Jumat yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad yaitu sesungguhnya shalat subuh pada hari Jumat itu adalah seutama-utamanya shalat di sisi Allah SWT. Maka hendaknya dimanfaatkan dengan sebenar-benarnya.

6.   Shalat Jumat setara dengan haji

Adapun keistimewaan lain dari shalat Jumat yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW yakni sesungguhnya shalat Jumat itu pahalanya setara dengan satu kali haji.

اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْمَسَاكِيْنِ

Artinya : “Shalat Jumat adalah haji bagi orang miskin.” (HR Ibnu Abbas)

Maka dari itu, disarankan saat shalat Jumat untuk mengenakan pakaian yang terbaik, baiknya berwarna putih, memotong kuku, memotong rambut, kumis, dan lain sebagainya.

Rasulullah juga pernah bersabda :

شُهُوْدُ الْجُمُعَةِ أَحَبُّ إِليَّ مِنْ حَجَّةٍ نَافِلَةٍ

Artinya : “Menghadiri Salat Jumat lebih aku sukai dari haji sunah.” (Shabrina/HUMAS MEDIA MASJID ISTIQLAL)


 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.