Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Hawamissy : Akhlak yang Baik adalah Kebahagiaan

Admin 18 Oct 2024 Warta Istiqlal

Oleh HM. Mahdi, MA


Jakarta, www.istiqlal.or.id – Akhlak yang baik merupakan sebuah kebahagiaan sedangkan akhlak yang buruk adalah petaka dan bencana. Di dalam hidup pasti kita semua mengdambakan kebahagiaan. Kunci dari sebuah kebahagiaan terdapat di dalam hati dan puncaknya adalah ketika kita mampu berakhlak yang baik seperti yang diajarkan oleh  Nabi Muhammad SAW. 

Hal ini menekankan bahwa akhlak yang baik dapat mengangkat seseorang ke tingkat atau derajat yang lebih besar seperti derajatnya orang yang sering shalat dan berpuasa, serta mendorong meneladani Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu pentingnya iman, kesabaran, dan pemahaman hikmah di balik tantangan hidup, yang pada akhirnya mendorong orang-orang beriman untuk bertindak dengan benar dan penuh kasih. Allah subhanahu wata’ala berfirman:


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya : “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (Al-Aḥzāb [33]:21).

Kebahagiaan sejati berakar pada akhlak yang baik dan keimanan kepada Allah. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kekayaan materi atau status, tetapi oleh karakter moral. Mereka yang beriman dan akhlak yang baik menjaga kestabilan emosi dan kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup. Pentingnya berbicara baik kepada orang lain ditekankan, begitu pula berbuat baik sebagaimana Allah berbuat baik kepada kita. 

Rasa syukur dan selalu menebarkan kasih sayang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup. Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah subhanahu wata’ala sangat amat berbelas kasih dan sayang. Untuk itu pergunakanlah semua potensi yang diberikan Allah subhanahu wata’ala untuk akhirat dan janganlah melakukan kerusakan kmarena kerusakan bukanlah akhlak yang baik. Allah subhanahu wata’ala berfirman : 


الۤمّۤ ۚ(1) ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ (2) الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ(3) 
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ (4) اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ (5)

Artinya : “Alif Lām Mīm. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Baqarah [2]:1-5)
 

Akhlak yang baik merupakan kebahagian tersendiri yang lahir dari keimanan dan aktualisasi dari amal shaleh sehingga berbuat “ihsan” “baik”. Hendaklah kita berbuat baik sebagaimana seolah – olah selalu melihat Allah. Oleh karena itu, berbuat baiklah demi mengaharapkan ridho Allah subhanahu wata’ala sehingga hidup menjadi damai dan bahagia. (CITRA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.