Foto: Dok. Media Istiqlal

Istighosah Istiqlal: Kejujuran Hati dan Moralitas Ibadah dalam Perspektif Alquran

Admin 04 Dec 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Dr. KH. Mas'ud Halimin, MA

Dalam salah satu kajian yang disampaikan di Masjid Istiqlal, Dr. KH. Mas'ud Halimin, MA menjelaskan hikmah dari dua ayat Al-Qur’an, Qs. Ali Imran ayat 29 dan Qs. Al- Baqarah ayat 284 yang menegaskan bahwa Allah mengetahui setiap rahasia hati dan menilai seluruh perbuatan manusia dengan keadilan yang sempurna. 

Allah SWT berfirman dalam Qs. Ali Imran ayat 29: 

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ  عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,”(Qs. Ali Imran: 29).

Menurut Dr. Mas’ud Halimin, ayat ini memberikan penekanan pada hal yang tersembunyi, sesuatu yang sering kali tidak diketahui oleh manusia lain namun Allah SWT mengetahuinya dengan sempurna. 

Sebaliknya, dalam Qs. Al- Baqarah ayat 284 dimulai dengan sikap lahiriah.

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,” (Qs. Al- Baqarah: 284). 

Di sini, penekanannya beralih pada penilaian Allah SWT, bukan sekedar pengetahuan-Nya. Manusia kerap menilai dari tampilan luar, namun Allah SWT menilai keseluruhan yang tampak dan yang tersembunyi. KH. Mas’ud menegaskan bahwa nilai moral perbuatan terletak pada keselarasan antara hati dan perbuatan. 

Dalam kajiannya, Dr. Mas’ud Halimin menjelaskan bahwa perbuatan baik tidak otomatis menjadi perbuatan bermoral jika tidak disertai niat yang benar. Niat harus melewati pertimbangan akal dan dilakukan dengan kesadaran penuh. Ini yang membedakan manusia dengan makhluk lain. 

Dr. Mas’ud Halimin mencontohkan, jika berniat minum air putih namun yang diminumnya ternyata minuman haram maka ia tidak berdosa. Tetapi jika berniat meminum minuman haram namun yang diminum air putih, ia tetap dinilai buruk karena niat awalnya. 

Tiga Tingkatan Ibadah yang Harus Dilalui

Dr. Mas’ud Halimin menjelaskan tiga tingkatan yang menentukan kualitas spiritual seseorang:

1.Ibadah Ta’ah (Ketaatan Transaksional)

Tingkatan ini merupakan yang paling umum. Ibadah dilakukan karena kewajiban, berharap untuk pahala dan takut dosa jika ditinggalkan, Benar, tapi baru tahap awal. 

2.Ibadah Qanit (Ketundukan Murni)

Pada tahap ini, seseorang beribadah semata karena Allah SWT memerintahkannya, bukan untuk pahala atau takut hukuman.

3. Ibadah Haibah (Ibadah Karena Kekaguman dan Pengenalan)

Inilah tingkatan yang tertinggi. seorang hamba beribadah karena cinta, penghormatan, dan pengenalan mendalam kepada Allah SWT. 

Mengutip hadis Rasulullah SAW  yang diriwayatkan oleh Imam At- Tirmidzi “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” 

Dalam setiap amalan, akhlak harus hadir. Akhlak bukan lagi tindakan yang dipikirkan, melainkan kebiasaan yang tumbuh dari hati yang bersih dan niat yang lurus.

Dr. Mas’ud Halimin menjelaskan bahwa ibadah yang bermoral ketika itu benar-benar ditujukan hanya kepada Allah SWT. Kalau dia belok, berarti kita beribadah bukan mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh penciptaan kita. Maka itu perbuatan itu menjadi bermoral, mencapai kualitasnya.

Di akhir kajian, Dr. Mas’ud Halimin mengajak kita untuk selalu meluruskan niat dalam beribadah, memperbaiki tujuan, serta menyucikan hati dari kepentingan selain Allah SWT. Ketika semua ibadah diarahkan kepada Allah SWT baik niat maupun tindakan maka seseorang akan mencapai ibadah yang bermoral, akhlak yang mulia, serta kebahagian sejati. (VISCHA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

 


 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.