Foto: Dok. Media Istiqlal

Imam Besar Masjid Istiqlal Tandatangani MOU dengan Kemenparekraf

Admin 06 May 2021 Warta Istiqlal

Jakarta,www.istiqlal.or.id-Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf), menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

"Dengan adanya nota kesepahaman ini, diharapkan antara BPMI dan Kemenparekraf dapat terus berkolaborasi dalam mendukung kemajuan wisata religi di Masjid Istiqlal," ujar KH. Nasaruddin Umar dalam sambutannya. 

Disamping itu, KH Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa Masjid Istiqlal bersedia untuk mendukung segala kegiatan Kemenparekraf tentang wisata religi di Masjid Istiqlal. "Lewat MOU ini, kita berharap ke depannya Istiqlal bisa jadi agenda yang penting bagi Kemenparekraf, dan BPMI siap mendukung Kemenparekraf."

Untuk diketahui, kerjasama ini dibangun atas ambisi kedua belah pihak dalam melejitkan tren wisata religi di Indonesia. Terkhusus Masjid Istiqlal yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Indonesia dan sering dikunjungi pihak mancanegara, baik itu untuk hal kenegaraan, ataupun persoalan pribadi.


"Seperti halnya sebelum pandemi, banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Masjid Istiqlal selama Ramadan. Alasannya ialah karena Indonesia merupakan negara yang aman saat ingin menjalani ibadah Ramadan," papar KH Nasaruddin Umar. 

Beralih pada hal lain, KH Nasaruddin Umar juga berharap nantinya Kemenparekraf bisa ikut serta membimbing karyawan Masjid Istiqlal yang bertugas memandu khalayak saat melangsungkan wisata religi di Masjid Istiqlal. "Kami percaya ilmu dan pengalaman yang dimiliki teman-teman Kemenparekraf bisa membantu kami dalam hal memandu turis."

Sehingga dengan pengembangan inovasi kerjasama ini, Masjid Istiqlal ataupun Kemenparekraf optimis untuk berperan dan ikut serta melanggengkan industri wisata di Indonesia, serta membangkitkan kembali ekonomi yang sempat terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

Setuju dengan penyampaian KH Nasaruddin Umar, Menteri Parekraf, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., berharap kerjasama ini bisa mewujudkan kebangkitan pariwisata halal dengan fasilitas yang ramah dengan umat muslim. 

"Misalnya saja nanti Kemenparekraf akan mendukung Masjid Istiqlal dengan menghadirkan toilet yang ramah dan berkualitas internasional, bisa nice to have juga karena akan ada wisata kuliner dan jamaah bisa berbelanja di Masjid Istiqlal," papar Sandiaga.

Kemudian, Sandiaga juga tertarik dengan usulan Imam Besar Masjid Istiqlal mengenai diadakannya destinasi Ramadan. "Ternyata Ramadan juga merupakan peluang wisata, agar muslim mancanegara bisa menikmati Ramadan di Masjid Istiqlal, ataupun di beberapa tempat destinasi wisata lainnya," jelasnya.

"Saya yakin Masjid Istqlal bisa menjadi simbol toleransi dan persatuan bangsa, dan saya berharap bahwa Masjid Istiqlal bisa menjadi langkah kita dalam membangkitkan peradaban Islam, serta peningkatan ekonomi kreatif di Indonesia," pungkas Sandiaga.


Turut hadir mendampingi KH Nasaruddin Umar, segenap pejabat BPMI, diantaranya Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat,  Laksmn. TNI (Purn) Asep Saepuddin, Kabid Pendidikan dan Pelatihan, H.M. Faried Saenong, MA. M.Sc., Ph.D, Wakabid Pendidikan dan Pelatihan, Dr. H. Mulawarman Hannase, Lc., M.Hum., Wakabid Riayah, Ir. Her Pramtama, MT, IAI, dan Kabag Perencanaan, Hukum dan Kerjasama, Dr. N. E. Fatimah.

Adapun dari Kemenparekraf, diantaranya Ketua Komite Parekraf Masyarakat Ekonomi Syariah, Rezza Arief Budy Artha, Sekretaris Kementerian, Ni Wayan Giri Adnyani, serta para pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemenparekraf. 


Penulis: Nurul Fajriyah

Editor: Nur Khayyin Muhdlor

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.