Jakarta, www.istiqlal.or.id - Mengisi tausiah dalam momentum Tahrib Ramadhan 1444 Hijriah, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menyampaikan pesan bahwasanya Ramadhan dapat menghanguskan dosa-dosa setiap hamba-Nya di masa lampau apabila pertaubatan dan ibadahnya maksimal dilakukan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)
"Ramadhan artinya ialah membakar, yaitu membakar hangus dosa-dosa kita pada sebelumnya. Ramadan betul-betul menghancurkan dosa masa lampau. Orang yang sudah terbebani dosa masa lampau maka akan dihapus dosanya ketika dia melewati bulan Ramadan dengan sangat baik (dalam beriman dan mengharap pahala dari Allah subahanhu wata'ala)," ujarnya dalam tausiah yang disampaikan pada kegiatan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi tahun 2023-2024 dan Silaturahmi Keluarga Besar Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyambut Bulan Suci Ramadan 1444 H / 2023 M dengan tema "Birokrasi Kemenkumham yang Melayani", di Graha Pengayoman, Kamis, (16/3/2023).

.jpeg)
Dalam meraih kekhusyukan beribadah, KH Nasaruddin Umar juga memaparkan pentingnya setiap manusia untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh. "Menurut Imam Al-Ghazali, cara bertaubat ada enam, yaitu, (1) Meninggalkan setiap perbuatan buruk, (2) Menyesali perbuatan dosa yang dilakukan, (3) Diiringi dengan sumpah dalam hati untuk meninggalkan dosa, (4) Beristighfar, (5) Mengimplementasikan penyesalan dengan perbuatan baik, dan (7) Mengganti perbuatan buruk dengan perbuatan baik."
Semakin dekat dengan Ramadhan, KH Nasaruddin Umar juga mengajak para hadirin untuk senantiasa menjalankan perintah Allah subhanahu wata'ala dan menjauhi larangan-Nya dengan landasan cinta dan mengharap ridha-Nya. "Karena sedemikian luas cinta Allah subhanahu wata'ala dalam memberikan cinta-Nya kepada umat manusia."
"Dalam suasana tahrib Ramadhan, yaitu kita menjemput dalam memuliakan Ramadhan, marilah kita menjemput bulan Ramadhan dengan kegiatan yang sangat bermanfaat. Bulan suci Ramadhan kita juga diminta untuk re-installing iman dan takwa (sehingga dapat menjalani ibadah pada tingkatan ahli ibadah)," lanjut KH Nasaruddin Umar.

Mengenai ahlul ibadah, KH Nasaruddin Umar turut memaparkan bahwasanya hal tersebut merupakan tingkatan iman yang baik, yaitu ketika kita dapat menaati Allah karena mencintai-Nya, serta kita senantiasa melibatkan cinta pada setiap kewajiban dalam menunaikan ritual ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala. "Orang yang menyertakan cinta pada setiap ibadahnya, maka akan terproteksi dirinya dari pemicu-pemicu perbuatan dosa."
"Ya Allah, oleh karenanya aangkat dan kuatkanlah keimanan kami, bukan hanya ahlul taat, tapi juga ahlul ibadah," kata KH Nasaruddin Umar ketika menyampaikan doa di hadapan para hadirin.


Selain tausiah, KH Nasaruddin Umar juga turut mendampingi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., PhD bersama para Sekretaris Jendral ketika membagikan santunan anak yatim kepada yayasan-yayasan yang telah disertakan. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.