Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pertolongan hanya datang dari Allah. Segala upaya manusia, bahkan jika jin dan manusia bersatu untuk menolong, tidak akan berarti apa-apa jika Allah tidak menghendaki. Sebaliknya, jika Allah melindungi, tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mencelakai kita.
KH Abdullah Gymnastiar dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, memaparkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Aż-Żāriyāt [51]:56)
Ada kata-kata yang luar biasa pentingnya, yang bila mana jika kita paham dan melakukannya, maka selamatlah kita. Katanya orang yang paling mulia adalah orang yang bertakwa.
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13,
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (Al-Ḥujurāt [49]:13)
Manakah yang benar? Kedua-duanya pas. Orang bertakwa adalah ahli ibadah. Orang yang setiap kesibukannya jadi ibadah disebutnya orang yang bertakwa.
Tapi Nabi Muhammad bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ
"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Al-Baihaqi)
Jadi bagaimana? Orang yang sepanjang waktunya jadi ibadah maka disebut orang yang bertakwa dan penampakan orang yang ibadahnya bagus menapakkan orang yang berakhlakul karimah. Jadi kalau kita ingin memiliki akhlakul karimah, maka jadikanlah setiap kegiatan kita jadi ibadah. Kalau kita ingin jadi ahli takwa, maka jadikanlah semua kesibukan kita adlah ibadah.
Kalau kita ingin ditolong oleh Allah menghadapi masalah apapun, masalah rumah tangga, masalah keuangan, masalah pekerjaan, maka jangan takut karena semua masalah itu dikuasai oleh Allah. Takutlah tidak ditolong oleh Allah. Siapa yang ditolong oleh Allah?
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (Aṭ-Ṭalāq [65]:2)
Bila kita tidak ditolong oleh Allah maka itulah yang berbahaya. Kenapa? Karena kita kurang bertakwa. Jadi kita harus sekuat tenaga jadi orang yang disukai Allah. Allah menciptakan kita dan menyuruh kita cuma satu, ibadah.
Ibadah itu apa? Ibadah itu semua perkataan dan perbuatan
Ibadah dibagi menjadi dua:
1. Ibadah Mahdhah: Ibadah yang aturannya sudah khusus dan ditentukan, baik itu cara melaksanakannya dan waktunya, seperti salat, saum (puasa), zakat, dan haji.
2. Ibadah Ghairu Mahdhah: Ibadah yang tidak murni (tidak ada aturan khusus), yaitu semua perkataan dan perbuatan yang tidak dilarang oleh Allah dan dilakukan dengan niat mengabdi kepada-Nya. Contohnya: makan, minum, bekerja, belajar, dan lain-lain.
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ
“(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (Al-Baqarah [2]:3)
Ciri-ciri orang yang beriman ada tiga, yaitu:
1. Beriman kepada yang gaib
Gaib adalah segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia, namun keberadaannya wajib diyakini berdasarkan petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya. Contohnya: Allah SWT, malaikat, surga dan neraka, hari kiamat, takdir.
2. Mendirikan salat
Mendirikan salat tidak hanya berarti melaksanakannya secara fisik, tetapi juga melakukannya dengan sempurna sesuai syariat, baik dari segi syarat, rukun, maupun tuma'ninah. Salat menjadi tiang agama dan bentuk komunikasi langsung antara hamba dengan Penciptanya. Oarang takwa itu bisa dilihat dari kualitas shalatnya. Shalatnya berkualitas, hidupnya berkualitas. Jadilah orang yang senang menunggu waktu shalat. Saat paling dekat kita dengan Allah adalah waktu sujud.
3. Menginfakkan sebagian rezeki
Orang bertakwa tidak hanya peduli pada hubungan mereka dengan Allah (hablumminallah) tetapi juga pada hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Dengan menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan Allah, mereka membersihkan diri dari sifat bakhil dan membantu orang lain. Pelit itu masalah besar. Salah satu sumber kenapa hidup kita susah bahagia, itu karena pelit. (NADIEN/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.