Oleh : Ust. Atho Ibrahim, S.Ag
Ada suatu ilustrasi memberikan penyampaian dan pelajaran yang dapat kita petik, yaitu, pada suatu ketika terjadi Rapat Paripurna Kelompok Dewan Iblis, setelah rapat dibuka sang pimpinan menyampaikan pertanyaan kepada peserta rapat, apa saja kinerja yang telah berhasil kalian lakukan?
Satu diantara anggota menyampaikan jawaban; saya sudah menggoda si Fulan, yang tadinya rajin shalat, sekarang sudah malas shalat bahkan dia sudah meniggalkan shalat dengan sengaja, anggota yang lain menyampaikan; saya sudah menggoda si Fulan yang tadinya rajin mengaji kemudian mulai malas mengaji bahkan sekarang sudah tidak mau mengaji lagi, begitu seterusnya setiap perwakilan masing-masing menyampaikan laporan akan keberhasilannya menjerumuskan ummat manusia untuk melakukan perbuatan durhaka kepada TuhanNya.
Setelah semua anggota rapat menyampaikan semua keberhasilan atas kinerjanya, bukannya malah senang atau memuji, malah sebaliknya pimpinan Iblis ini malah marah besar kepada semua anggota rapat, bahwa semua apa yang kalian sampaikan itu adalah kegagalan besar, apabila manusia sudah tidak shalat tidak mengaji seharusnya sudah tidak usah digoda adalah sudah menjadi bagian dari kita.
Yang perlu kalian goda adalah Ulama, Ustad dan Kiyainya, buat dia Cinta Dunia Bermaksiat, hilang Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, buat mereka Cinta Pangkat dan Kedudukan, Jauhkan mereka untuk membimbing Ummat kepada al-Qur'an dan Ibadah. Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ١٦٨
"Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata." (QS. al-Baqarah/2: 168).
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ ٦
"Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka, perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala)." (QS. Fathir/35 : 6).
Nasehat al-Qur'an dari firman Allah di atas adalah menjadi peringatan yang amat penting bagi kita. Manusia adalah makhluk yang lemah mesti senantiasa memperkuat diri dengan Dzikir untuk selalu mengingat Allah memperbanyak Istigfar dan selalu memperbaharui imannya dengan banyak membaca Laa ilaha illa Allah serta membentengi diri dengan memperbanyak shalawat. Ketika hidup kita sudah dilimpahkan keberkahan dan keridhaan Allah Subhanahu wata'ala, tidaklah mungkin ada celah dari lobang-lobang yang mengundang jasadiyah dan ruhaniyah kita untuk mengikuti sifat-sifat syaithaniyah yang bisa menggerogoti kehidupan kita. Semoga Allah senantiasa memelihara taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin. Wallahu a’lamu bisshawwab.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.