(Risalah Perjalanan Ibadah Umroh)
Oleh: KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc., MA.
Ka’bah Al-Musyarrafah di Mekah adalah rumah Allah SWT. pertama yang didirikan bagi umat manusia di bumi. Allah SWT berfirman:
اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ
"Sesungguhnya, rumah (ibadah) pertama yang didirikan bagi umat manusia adalah yang di Mekah - yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."
Ka’bah merupakan poros bumi yang menjulang vertikal terhubung dengan langit ketujuh. Ka’bah pertama kali dibangun oleh para malaikat, kemudian Nabi Adam AS., kemudian Ibrahim AS. bersama putranya Ismail AS., setelah Ka’bah pernah hancur oleh banjir bandang pada masa nabi Nuh AS.
Ka’bah memiliki peran penting bagi kehidupan umat manusia di muka bumi. Selain posisinya sebagai Kiblat (arah salat) bagi para nabi dan umat Islam di seluruh dunia, ia juga sebagai pusat keseimbangan bumi sebagaimana yang akan dijelaskan berikut ini.
Ilmu Topografi modern telah mengungkap rahasia dan keajaiban luar biasa tentang Ka’bah, termasuk fakta bahwa Ka’bah terletak di pusat dunia. Kakbah adalah pusat daratan bumi dan pusat gravitasi serta keseimbangan bumi. Ka’bah bebas dari segala pengaruh yang dapat mengganggu putaran bumi.
Banyak orang bertanya-tanya, kenapa ibadah tawaf berputar menglilingi Ka’bah dengan arah kebalikan dari arah jarum jam?
Ka’bah merupakan pusat lingkaran ibadah tawaf (berputar mengelilingi Kakbah) yang selaras dengan pergerakan alam semesta. Arah tawaf umat Islam dan jemaah haji mengelilingi Ka’bah, dari kiri ke kanan, sesuai dengan arah pergerakan semua planet, orbit, dan galaksi kosmik.
Ia juga sesuai dengan arah rotasi Bumi pada porosnya. Ia juga sesuai dengan pergerakan alami keseimbangan magnetik semua benda yang berputar dalam arah yang sama, dari kiri ke kanan. Ini termasuk pergerakan elektron, batuan tak terbatas, dan pergerakan galaksi kosmik terbesar. Ia adalah pusat gravitasi Bumi.
Ternyata semua benda dari electron yang sangat kecil sampai benda-benda langit yang terbesar berputar dan arah putarannya sama dengan putaran Tawaf. Dan Gerakan berputar tersebut merupakan rahasia yang Allah SWT., dalam mengendalikan kehidupan makhlukya dalam melaksanakan sunatullah menjalani kehidupan yang berkesinambungan hingga datangnya hari Kiamat.
Jika kita amati benda-benda di sekeliling kita yang sederhana, misalnya kipas angin, untuk dapat bekerja menggerakkan udara sekitar sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi kita, ia harus berputar-putar di tempat. Tenaga pembangkit Listrik juga dihasilkan dari generator yang berputar, dan lain sebagainya yang ternyata semua berputar dalam kehidupan ini.
Ka’bah juga merupakan kompas bagi alam semesta, dan juga pusat tarik-menarik dan konvergensi radiasi gravitasi kosmik di permukaan Bumi. Hal ini telah membantu menciptakan zona vakum gravitasi di lapisan udara tepat di atas Ka’bah, sehingga mustahil bagi burung, pesawat terbang, atau benda terbang lainnya untuk terbang langsung di atas permukaannya. Ka’bah juga merupakan titik pertama di Bumi yang menerima matahari terbit setiap pagi.
Penemuan ilmiah juga telah menegaskan bahwa posisi sujud kita yang menghadap Ka’bah adalah proses pelepasan muatan positif dalam tubuh ke Bumi, yang merupakan kutub negatif muatan listrik.
Hal ini membantu menghilangkan gejala penyakit, sakit kepala, gangguan psikologis, dan lainnya. Inilah yang membuat jiwa manusia yang mebiasakan bersujud kepada Allah SWT. merasa tenang, nyaman, serta aman secara psikologis dan fisik. Dalam Bahasa agama dijelaskan dalam hadis Nabi SAW.:
»عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّه ُعَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ «
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Posisi terdekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika bersujud, maka perbanyaklah berdoa (ketika bersujud)
Oleh karena itu, Ka’bah adalah rumah Allah SWT. di bumi untuk menyambut hamba-hamba-Nya yang berbakti dan merupakan tempat yang aman dan terjamin secara illahi, sakral, teknologi tertinggi, dan ilmiah. Maha Suci Allah SWT, Yang Maha Mencipta. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.