Oleh : H. Djamalullail, M.Pd.I
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Umat Islam kini berada di bulan Syawal. Di bulan ini, seorang Muslim disunnahkan untuk mengerjakan puasa Syawal selama enam hari.
Puasa Syawwal adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syawwal, setelah selesai menjalankan puasa wajib Ramadhan.
Puasa Syawal memiliki keistimewaan tersendiri, di mana setiap orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala seperti melakukan puasa setahun penuh. Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam hadistnya “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR. Muslim).
Dinamakan puasa Syawwal diambil dari nama bulan pelaksanaannya, yakni Syawal. Syawal berasal dari bahasa Arab yang berarti naik atau meninggi, yang menggambarkan meningkatnya derajat kaum muslimin di mata Allah subhanahu wata'ala setelah mendapatkan pengampunan di bulan suci Ramadhan.
Puasa ini boleh dilakukan berurutan sejak tanggal dua Syawal, sebagaimana pendapat Imam Syafi`i, atau boleh juga tidak berurutan yang penting enam hari pada bulan Syawal sebagaimana pendapat Jumhur ulama seperti Imam Waki` dan Imam Ahmad.
Berikut 6 (enam) keutamaan puasa Syawal:
1. Tanda syukur kepada Allah
Puasa sunnah Syawal sebagai tanda syukur kepada Allah. Jamak diketahui bahwa di bulan Ramadhan banyak anugerah yang diberikan Allah. Seperti ampunan, pahala yang berlipat lipat, dan seterusnya.
Ini ditegaskan juga dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah ra yang artinya: “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni” (HR Bukhari dan Muslim).
Karena ampunan inilah patutnya kita bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan berupa puasa Syawal.
2. Penyempurna puasa Ramadhan Puasa sunnah Syawwal sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana shalat yang bila ingin menyempurnakan shalat fardu, maka seseorang dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib, yaitu qabliyah dan ba’diyah. “Begitu pun puasa sunnah Syawwal yang dapat menyempurnakan puasa Ramadhan.
3. Tanda puasa Ramadhan diterima Puasa sunnah Syawal menjadi pertanda puasa Ramadhan diterima oleh Allah, umat Islam yang membiasakan puasa setelah selesainya puasa Ramadhan adalah orang yang beruntung. Sebab kebiasaan tersebut menjadi pertanda diterimanya puasa yang dikerjakan sebelumnya.
Ganjaran perbuatan baik adalah perbuatan baik setelahnya. Karena itu, siapa pun yang berbuat kebaikan kemudian mengikutkannya dengan perbuatan baik lainnya, maka hal yang demikian adalah tanda diterimanya kebaikan yang pertama.
Begitu juga orang yang berbuat baik kemudian mengikutkannya dengan perbuatan buruk, maka yang demikian adalah tanda ditolaknya kebaikan yang ia kerjakan.
4. Tanda ibadah Ramadhan tak terputus Puasa sunnah Syawwal menandakan bahwa ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tidak terputus.
Spirit beribadah pada bulan Ramadhan hendaknya tidak sekadar menjadi musiman, melainkan harus dipertahankan di bulanbulan berikutnya.
Sementara puasa Syawwal dapat dikatakan adalah salah satu bentuk usaha yang dapat kita lakukan untuk melestarikan ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan.
“Dengan selesainya bulan suci Ramadhan, bukan berarti ibadah yang kita amalkan selesai sudah, namun hendaknya kita berusaha untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan-bulan selanjutnya sebagaimana di bulan Ramadhan.
5. Sempurnakan pahala puasa Puasa sunnah Syawal memiliki keistimewaan untuk menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.
Hal ini sebagaimana hadist diatas, bahwa Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa satu tahun. Abu Hurairah berkata: Pahalanya satu tahun, karena setiap hari pahalanya sama dengan puasa sepuluh hari.
Tiga puluh hari ramadhan sama dengan tiga ratus hari ditambah enam hari bulan syawal sama dengan enam puluh hari, sehingga jumlah seluruhnya adalah tiga ratus enam puluh hari yakni satu tahun. Hal ini, karena Allah berfirman : Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya (QS. Al-An'am: 160).
6. Dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang dilakukan setelah Ramadhan serta mendapatkan pahala yang besar dari Allah subhanahu wata'ala.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.