Oleh: H. Ahmad Mulyadi, S.E.I(Kasubid Peribadatan dan PHBI)
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk menjalankannya. Ramadhan tahun ini akan datang dalam hitungan hari, maka dari perputaran waktu dan usia membersamai Ramadhan, sudah sejauh mana Puasa memberi pengaruh terhadap pembentukan karakter pribadi bagi yang menjalankannya.
Ibadah puasa terlebih dengan keistimewaan dan kemulian Ramadan memiliki orientasi dan makna yang luar biasa sebagai media pendidikan pada pembentukan karakter diri menuju derajat takwa yang mulia dan mengubah kualitas secara pribadi maupun secara sosial.
Kecenderungan orang yang berpuasa akan bersikap, berkata, berpikir dan bertindak lebih hati-hati karena dirinya merasa diawasi oleh Sang Khaliq Allah Subhanahu Wata'ala. Puasa membuat perilaku dan emosional seseorang lebih konsisten, melalui niatan Lillahi Ta’ala melangkah seharian secara fokus dengan menyelaraskan pijakan yang memadu padankan antara ilmu dan amal untuk pemenuhan tuntunan ibadah dan syariat sesuai Al-Quran dan Sunnah, hal ini bukan hanya dalam kaitan puasa tapi dalam seluruh aspek ibadah yang dijalankan.
Ada bermacam rangkaian ibadah selama Ramadhan baik yang wajib dan sunnah diantaranya puasa wajib, menunaikan kewajiban zakat fithrah, sunnah i’tikaf, shalat tarawih dan qiyamullail, sunnah makan sahur, memperbanyak takbir di penghujung malam Idul Fitri yang semua ibadah dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wata’ala.
Maka sinergi bathin dan zhahir yang dipersembahkan untuk berharap cemas menggapai ridha-Nya dalam setiap ayunan langkah, tergambar pada arah amal pada kondisi dan situasi ini orang tersebut sudah melakukan implemtasi dari makna ihsan.
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللّٰهَ کَأَنَكَ تَرَا هُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya : “Ihsan, sesungguhnya engkau beribadah kepada Allah seakan akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu”
Maka puasa juga dapat membentuk kecerdasan otak dan emosional. Selain spiritual dan emosional, puasa juga dapat memicu perkembangan kecerdasan intelektual seseorang.
Pada akhirnya aktivitas sekolah Ramadhan membentuk miliu keshalehan yang mencetak pribadi yang tha’at, dinamis, progresif, berakhlak dan sholeh secara pribadi yang kokoh dan tangguh dan siap berinteraksi dan bersaing dalam komunitas sosial yang lebih luas di masyarakat, nasional, dan internasional.
وَإِنَّمَا الأَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ فَإِنْ هُمْ ذَهَبَتْ أَخْلَاقُهُمْ ذَهَبُوْا
Artinya : “Sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya selagi mereka dan berakhlak dan berbudi perangai utama, jika pada mereka telah hilang akhlaknya, maka jatuhlah umat (bangsa) itu”.
Akhlak adalah Barometer suatu bangsa. Dapat diambil makna dan hikmah dari balik aktualisasi dan pengamalan atas berbagai rutinitas ibadah dan ketentuan syariat yang memiliki banyak keistimewaan.
Saat memaknai shalat sebagai tiangnya agama, puasa memuat sirrullah (rahasia Allah) bagi hambanya. Sudah seharusnya mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap rutinitas ibadah yang dilakukan, semoga kita diberkahi di bulan Sya’ban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun ini dalam keadaan sehat dan mampu menjalankannya dengan sempurna, dan pada akhirnya kita menjadi hamba yang diampuni dosa-dosanya yang lampau dan akan datang oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.