Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Muhasabah Akhir Tahun

Admin 03 Jan 2025 Warta Istiqlal

Oleh : H. Abu Hurairah Abd Salam, Lc, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Tahun 2024 telah terlewati, dan kita sudah memasuki awal tahun 2025, mari kita jadikan momen ini sebagai waktu untuk bermuhasabah, merenungi perjalanan hidup yang telah kita tempuh, dan mengevaluasi diri demi memperbaiki kekurangan. Muhasabah adalah langkah penting bagi seorang Muslim untuk terus meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala. Di tengah kesibukan duniawi, muhasabah mengingatkan kita bahwa hidup ini memiliki tujuan, dan setiap tindakan kita akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 : “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini menegaskan bahwa kita perlu memperhatikan setiap perbuatan, baik yang telah dilakukan maupun yang akan direncanakan, agar semuanya selaras dengan tujuan hidup sebagai hamba Allah.

Muhasabah tidak hanya mendorong kita untuk memperbaiki kesalahan, tetapi juga untuk memperkuat komitmen dalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Muhasabah juga membawa kita pada perenungan mendalam tentang hakikat keberadaan kita: Dari mana kita berasal? Untuk apa kita diciptakan? Di jalan apa kita berjuang? Dari mana datangnya kekuatan untuk menjalani hidup? Dan, ke mana kita akan kembali setelah kematian?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah: minallah (dari Allah), lillah (untuk Allah), fillah (di jalan Allah), billah (dengan kekuatan Allah), dan ilallah (kembali kepada Allah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Orang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kepada Allah” (HR. Tirmidzi).

Hadis ini menekankan pentingnya introspeksi sebagai ciri orang yang bijak. Orang yang cerdas adalah mereka yang memahami bahwa kehidupan dunia adalah persiapan untuk akhirat. Sebaliknya, orang yang lalai adalah mereka yang terus mengikuti hawa nafsu tanpa memperhatikan akibatnya. Sebagaimana nasihat Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu anhu: “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah untuk menghadapi hari besar. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan ringan bagi orang yang selalu menghisab dirinya di dunia.”

Muhasabah bukan hanya tentang menghitung amal, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Perenungan ini mendorong kita untuk bertanya: Amal kebaikan apa yang telah kita lakukan sepanjang tahun ini?. Kekurangan apa yang perlu diperbaiki?. Siapa saja yang mungkin tersakiti oleh ucapan dan perbuatan kita?

Ilmu apa yang telah kita peroleh, dan sejauh mana ilmu itu bermanfaat? Kebaikan apa yang belum terealisasi, dan bagaimana langkah kita untuk mencapainya di tahun mendatang?

Perenungan semacam ini tidak hanya melahirkan kesadaran, tetapi juga mendorong kita untuk terus berbuat baik, menghindari keburukan, dan berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Barang siapa yang harinya lebih baik daripada hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung.”

Lukman al-Hakim juga menasihati : “Aku telah merasakan berbagai kenikmatan, tetapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada afiat (keselamatan).”

Keselamatan menuju akhirat adalah tujuan utama. Hidup bukan tentang mencari kesenangan semata, tetapi tentang menempuh jalan yang diridhai Allah. Semoga dengan muhasabah, kita mampu memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menjadi hamba yang lebih baik di masa mendatang, aamiin. (CTR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.