Oleh : H. Djamalullail, M.Pd.I (Kasubid Pembinaan Keagamaan dan Remaja BPMI
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Alhamdulillah, ini adalah Jum’at pertama di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan, dimana umat Islam berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah dengan harapan mendapatkan ridha Allah subhanahu wata'ala.
Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu: syahadatain, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang disembahan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Adapun dalil tentang diwajibkannya puasa Ramadhan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala pada Qur’an Surat al-Baqarah ayat 183,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.“ (QS. al-Baqarah: 183).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab mendapatkan ampunan dosa, pelipat gandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah subhanahu wata'ala telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.
Firman Allah subhanahu wata'ala dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi”. (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:
1. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
2. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah subhanahu wata'ala.
Maka sudah seharusnya waktu-waktu di bulan Ramadhan ini harus digunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca al-Qur’an, dzikir, do’a, istighfar dan amal shaleh lainnya. Ramadhan adalah kesempatan untuk beramal shalih dan membersihkan hati.
Disamping amal ibadah dan amal shaleh yang kita kerjakan, perlu kiranya kita berdo’a semoga Allah subhanahu wata'ala memberi kekuatan bagi kita untuk bisa menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram, berzina, mencuri, minum-minuman yang memabukkan, durhaka kepada kedua orang tua dan sebagainya. sehingga puasa kita menjadi bersih, diterima Allah subhanahu wata'ala, memperoleh ampunan-Nya dan kita dibebaskan dari api Neraka, Aamin.
Adapun keutamaan bulan Ramadhan, di antaranya adalah:
1. Bulan yang diberkahi oleh Allah subhanahu wata'ala
Dibukakan pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup. setan-setan dibelenggu. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
إِذَا جَاءَرَمَضَانُفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُوَغُلِّقَتْأَبْوَابُ النَّرِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
Artinya : “Apabila datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka,dan setansetan diikat (dibelenggu)” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Waktu yang mustajab untuk Berdoa
لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُوْبِهَا فِيْ رَمَضََانَ
Artinya : “Setiap muslim memiliki doa yang mustajab (terkabulkan) yang ia berdoa dengannya pada bulan Ramadhan” (HR. Ahmad).
ثَلَاثٌ لاَتُرَدُّدَعْوَتُهُمْ : الصَّا ءِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ المَظْلُوْمِ
Artinya : “Tiga hal yang tidak tertolak doa mereka : orang yang puasa ketika berbuka, imam (pemimpin) yang adil, doa orang yang terdzalimi” (HR. Ahmad)
3. Ramadhan bulan turunnya al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil)”
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ... ١٨٥
Artinya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)” (QS. al-Baqarah : 185)
4. Shalat tarawih hanya ada di bulan Ramadhan
Shalat tarawih adalah shalat malam pada bulan Ramadhan, mengikuti jejak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, para Sahabat dan Khulafaur Rasyidin.
5. Adanya Lailatul Qadar
Malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. (FTR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.