Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Keselarasan Hati, Perkataan dan Perbuatan

Admin 31 Oct 2024 Warta Istiqlal

Oleh : Alfaqīr Ahmad Mulyadi

Jakarta, www.istiqlal.or.id -  Setiap perbuatan memiliki konsekuensi termasuk jujur. Seseorang tercirikan karena pengulangan prilaku dan gaya hidupnya yang berkesinambungan, maka seseorang akan dicap atau dijuluki karena perilakunya dan kebiasaannya, apakah dia orang yang jujur sebagai ‘ash-shiddīq’ atau orang yang pendusta sebagai ‘al-kadzdzāb’.

Seorang yang jujur memiliki ketenangan dalam perilaku dan tindak tanduknya, tiada beban karena semua lakunya adalah apa adanya dan tiada kedustaan yang kontradiktif. Pandangan jalan hidupnya jelas cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi, konsisten dalam kebenaran ia meyakini dan selalu berpegang teguh dalam sikap dan prilaku lurus yang tidak ada keraguan padanya, kontras dan seiring antara hati, perkataan dan perbuatannya.

Tidak dipungkiri jika keberadaannya bak sebutir mutiara di hamparan pasir, ia tampak beda, unik, bersahaja dalam kesahajaannya yang tidak terkamuflase dalam kualitas ketangguhannya ia merunduk dalam kesederhanaan yang umum tanpa basa-basi.

Tapi kadang menjadi kekhawatiran saat wujudnya tak lagi tampak, ia tersimpan bak khazanah dalam lemari harta karun tang terpendam, tampak sesekali saat tak sengaja ditemukan karena banyak dilupakan dan tidak ada lagi penambang kejujuran.

Terkadang terasa aneh mungkin karena kejujuran bukan lagi keumuman ('urf) dan orang yang ‘shiddīq’ sudah sulit ditemukan bahkan terjadi perbedaan yang teramat mencolok di zamannya karena singgasana kehidupan sudah banyak berjubah kedustaan. Bisa jadi kejujuran menjadi momok menakutkan karena buka kebiasaan yang menjadi bi’ah bagi milyunan anak adam yang ruhnya tidak lagi haus akan kearifan yang melebur dalam sifat-sifat kenabian.

Tetapi bagi yang sejalan dan seirama dengannya, kedatangannya tercirikan berbagai elemen dan tingkatan kehidupan menyukai dan akan selalu terpaku pada sosok anggun akan dirinya yang amanah selalu berusaha menjadi baik dan terbaik hatta kalaupun dia tergelincir akan lebih cepat bangkit untuk berbenah dan memperbaiki diri dengan optimisme.

Ash-shiddīqūn yang dilandasi niat tulus ibadah dan thaat menjalankan perintah Allah dan Rasulnya akan sangat mumpuni, mampu melawan arus lawan, membendung berbagai keburukan dan musibah, terlebih dalam kebijakannya serta pribadi dan jiwa positifnya menjadi magnet bagi berbagai kebaikan dan kebajikan yang diberkahi, bahkan sosoknya teramat bijak memberi warna dan mewarnai kehidupan dengan keindahan, merubah keburukan menjadi kebaikan dan mendorong perubahan baik terhadap dirinya, orang sekelilingnya dan di lingkungan yang lebih luas dan bahkan lebih jauh yang menurutnya tidak dapat dijangkau oleh dirinya baik oleh jarak dan waktu.

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk selalu berkata yang benar, selaras antara yang diniatkan dan yang diucapkan, karena seluruh kata yang diucapkan dicatat oleh Malaikat Raqib dan ‘Atid, dan pastinya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Allah subhanahu wata'ala berfirman: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)” (QS. Qāf/50: 18).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian harus jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah” (HR. Muslim).

Semoga kita tercatat menjadi hamba-hamba Allah subhanahu wata'ala yang jujur dan menyebar kejujuran, karena ajaran Islam sendiri adalah jujur dan kejujuran. Wa Allahu a’lamun bishshawab.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.