Oleh : H. Budi Firmansyah, MM
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Bahkan kalau kita melihat kiprah pahlawan yang rela berjuang bersimbah darah dan bertaruh nyawa demi sebuah kebenaran yang hakiki.
Perjuangan yang dilakukan oleh seorang pahlawan didalam Islam dapat dikatakan bagian dari Jihad yang akar katanya berasal dari aljuhdu yaitu bersungguh-sungguh, subyeknya adalah mujahid orang yang berjuang, maka kegigihan dalam berjuang yang dimiliki pahlawan akan menjadi modal meraih kemenangan dan kebenaran.
Diantara ciri dari seorang pahlawan adalah rela berkorban jiwa raga dan harta sebagaimana halnya Al-Qur’an selalu mengingatkan akan keterkaitan jihad nafs dengan jihad mal sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala didalam Qur'an Surat at-Taubah/9 ayat 20 :
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
Artinya : “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan”.
Pahlawan Nasional yang telah memperebutkan kemerdekaan dan meraih kebenaran sudah tiada namun semangat juangnya yang akan selalu ada didalam generasi penerusnya.Tidak hanya sekedar semangat perlu dilanjutkan estafet perjuangan pahlawan yang tentunya tidak lagi melawan penjajah tetapi dengan berbagai cara diantaranya menjaga tanah air, menjaga ukhuwah wathaniyah dan belajar melawan kebodohan dan mengentaskan kemiskinan.
Beragam cara agar para pahlawan tetap dihargai perjuangannya sebagai berikut:
a) Menjaga Tanah Air
Tanah airku tumpah darahku begitulah semangat mempertahankan tanah air dari penindasan dan kerusakan, sejalan dengan menjaga tanah air tentunya Al-Qur’an mengingatkan akan sebuah keberadaan alam dan bumi yang sudah tertata dengan baik agar tidak di rusak, sebagaimana Qur'an Surat Al-Araf/7 ayat 56 :
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”.
b) Menjaga Ukhuwah Wathaniyah
Ukhuwah wathaniyah adalah sebuah komitmen persaudaraan antar seluruh masyarakat yang terdiri dari bermacam-macam agama, suku, bahasa dan budaya. Persaudaraan sebangsa dan setanah air bagian dari menghargai jasa para pahlawan yang alat perjuangannya adalah dengan menyatukan bangsa yang majemuk, maka generasi sesudahnya menjaga dengan baik nilai-nilai persaudaraan dengan mengedepankan toleransi (tasamuh), moderasi (tawasuth), keseimbangan (tawazun)
c) Belajar Melawan Kebodohan dan Kemiskinan
Dahulu pahlawan mengangkat senjata untuk berperang setelah merdeka generasi sesudahnya berperang melawan kebodohan dengan belajar, sehingga Negara akan maju jika taraf pendidikan suatu Negara diatas rata-rata, karena sejalan dengan perintah Al-Qur’an untuk membaca dan belajar mencari Ilmu Pengetahuan karena hanya dengan budaya membaca langkah awal didalam melawan kebodohan sejalan dengan itu melalui firman Allah subhanahu wata'ala manusia diingatkan akan sebuah pintu gerbang ilmu dengan membaca sebagaimana Qur'an Surat Al-‘Alaq/ 96 ayat 1 - 5 :
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ (1) خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ (2) اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ (3) الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ (4) عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ (5)
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Mahamulia,Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”.
Jika diamati secara seksama ayat-ayat yang termaktub didalam surat Al-Alaq itu mengandung nilai-nilai keterampilan bagi manusia itu sendiri, akan terlihat bahwa surat tersebut telah memuat materi-materi dasar keterampilan dalam pendidikan yang dapat dikembangkan dalam pendidikan-pendidikan selanjutnya sesuai dengan perkembangan jiwa dan daya serap peserta didik. Adapun materi pendidikan yang tergambar dalam surat Al-Alaq, yaitu pada ayat 1 dan 3 (membaca), ayat 4 (menulis), dan ayat 2 (mengenal diri melalui proses penciptaan secara biologis).
Semoga kita dapat mengambil semangat juang para Pahlawan dan melanjutkan cita-cita membangun Negara yang makmur bangsa yang maju jaya Indonesiaku. Wallahu a’lam.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.