Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Bagaimana Sikap Kita Terhadap Musibah?

Admin 10 Dec 2025 Warta Istiqlal

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (Al-Baqarah [2]:155)

Dari ayat ini kita tahu bahwa musibah itu pasti menimpa setiap orang, maka sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menerimanya? 

Dengan berlalunya hari demi hari, di samping prestasi yang kita raih dalam kehidupan sehari-hari, yang juga senantiasa kita waspada adalah datangnya penyakit yang membuat tubuh kita lemah, kerugian harta yang membuat kita merasa miskin, atau bertambahnya usia yang membuat kesehatan badan menurun, atau peristiwa tiba-tiba yang tidak pernah terprediksi oleh kita, bencana alam, kecelakaan dan lain-lain. 

Semua itu sudah sejak dini disampaikan oleh al-Qur’an bahwa akan terjadi dan dialami oleh manusia. Ayat tersebut merupakan informasi falid bahwa dalam kehidupan ini, manusia akan mengalami cobaan-cobaan, maka jangan kaget bahwa semua itu adalah kehendak Allah swt. 

Jika demikian maka, apa yang seharusnya kita persiapkan menghadapi kemungkinan-kemungkinan tersebut?

Ada orang-orang yang menerima musibah dengan sabar karena tahu bahwa, "Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka,". "Betapa menakjubkannya orang-orang yang segala prilakunya dilandasi oleh iman. Apapun yang menimpanya adalah baik baginya, dan ini tidak akan terjadi kecuali pada orang yang beriman kuat. 

Jika ia ditimpa kebaikan, ia bersyukur, dan itu adalah baik baginya. Jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, dan itu juga baik baginya." Mereka melakukannya dengan kesadaran bahwa "Kesabaran sejati adalah pada saat pertama kali tertimpa musibah," dan dengan keyakinan.

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ 

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. (QS. Al-Taubah [9]/:51)

Apa yang menimpa kita dalam kehidupan dunia ini telah ditulis di Lauh al-Mahfudz, atau yang bias akita katakana bahwa yang terjadi pada kita adalah Taqdir Allah swt.  Jika kita menyadari bahwa musibah yang menimpa adalah dari Allah swt, maka kita akan merasa ringan menghadapinya, sebagai mana yang disampaikan oleh Ibn Atha’illah bahwa: jika kita menyadari bahwa apa yang terjadi pada kita adalah kehendak Allah swt., maka kita akan merasa ringan menghadapinya. 

Karena Allah swt. adalah pemilik kita, yang menitahkan dunia dan seisinya ini. Dan kita dianjurkan untuk mengucapkan kalimat istirja’: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْن 

"Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali. 

Dibarengi harapan bahwa Allah swt. akan mememberikan pahala kepada hanmbanya yang sabar atas musibah yang menimpanya serta memohon agar Allah swt menggantikannya dengan takdir yang lebih baik.  Yang demikian ini adalah sikap seorang mu’min sejati  sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt.: 

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

"Bagi merekalah keberkahan dari Tuhan mereka dan rahmat. Dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah [2]/:157)

Tentang sikap seorang mu’min terhadap musibah ini, Allah swt juga menyebutkannya dalam Surat (Yunus [10]/:12) yang berbunyi:

وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْۢبِهٖٓ اَوْ قَاعِدًا اَوْ قَاۤىِٕمًا ۚفَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنْ لَّمْ يَدْعُنَآ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ 

Apabila manusia ditimpa kesusahan, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Namun, setelah Kami hilangkan kesusahan itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) kesusahan yang telah menimpanya. Demikianlah, dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu apa yang selalu mereka kerjakan.

Pada bagian akhir ayat ini Allah swt menyindir kita, yang hanya berdoa khusyu’ kepada Allah swt, ketika ada musibah. Setelah musibah berlalu kita lupa kepada Allah swt, tidaklagi berdoa dan memohon pertolongan Allah swt., yang demikian itu tergolong orang-orang yang melampaui batas. 

Maka Pelajaran yang dapat kita ambil dari musibah adalah sebagai peringatan kepada kita agar kita senantiasa mendekat kepada Allah swt., dalam segala situasi, baik Ketika suka maupum duka. Inilah puncak kerendahan hati, ibadah, dan kepasrahan kepada Allah, yang di tangan-Nya segala sesuatu berada. Doa dalam segala situasi dan di setiap tempat. 

Bagaimana jika musibah tersebut menimpa saudara kita, ? Sebagai seorang mu’min kita dituntut untuk menunjukkan simpati dan kepadulian kita, membantu meringankan beban penderitaan yang sedang dialami saudara kita. Hadis nabi saw., menyebutkan:

المُؤمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا، ثُمَّ شَبّك بَيْنَ أََصَابِعِهِ

“Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan. Dan beliau (mendemontrasikannya dengan cara) menyilangkan jari jemari beliau”. (HR. Bukhori).

Maka mari kita tunjukkan kepadulian kita terhadapa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banjarnegara, Sekitar Gunung Semeru Jawa Timur, juga saudara-saudara kita di Gaza Palestina, dengan mengulurkan tangan kita membantu meringankan beban mereka. 

Semoga Allah swt segera mengangkat penderiataan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di manapun berada dan menggantiakannya dengan kebaikan-kebaikan, mengembalikan kabahagiaan kepada kita semua. Dan semua yang kita lakukan menjadi amal baik yang akan memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat nanti. Amiin.
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.