Foto: Dok. Media Istiqlal

Harlah NU ke-98 bertempat di Masjid Istiqlal

Admin 28 Feb 2021 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id-Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan peringatan Harlah NU ke-98, dengan tema Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan, sekaligus meluncurkan TV NU, di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 16 Rajab 1442 Hijriah, atau bertepatan dengan Sabtu (27/2/2021).

Dalam Harlah NU ke-98, turut hadir tokoh pemerintahan secara daring, diantaranya Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, dan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin.

Adapun tokoh ulama dan Kyai NU yang hadir secara langsung, diantaranya Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU, Dr. KH. Said Aqil Siradj,M.A., KH. Misbahul Munir, Ketua Lembaga Dakwah NU, KH. Agus Salim HS, Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU, Dr. Helmy Faishal Zaini, S.T., M.Si., dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, M.A.

Selain itu, hadir juga tokoh pemerintah secara langsung, diantaranya Wakil Ketua DPR RI, Dr (HC). Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., Wakil MPR RI, H. Jazilul Fawaid, S.Q., M.A., Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.

Setelah mendengarkan Tahlil Muassis NU, yang diimami oleh KH. Misbahul Munir, Presiden RI, Ir. Joko Widodo, menyampaikan ungkapan bahagianya atas Harlah NU ke-98.

"Saya (juga) sampaikan terima kasih pada seluruh keluarga besar NU di seluruh nusantara, dan di berbagai negara, yang telah mengambil peran penting, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat, (serta) membantu mengatasi dampak pandemi hingga ke akar," ujar Presiden Joko Widodo, dalam sambutan secara daring melalui Istana Bogor, pada Sabtu (27/2/2021).

Bahwasannya, untuk kita ketahui bersama, di tengah pandemi Covid-19, kesehatan dan keselamatan rakyat Indonesia, ialah hal terpenting dan perlu diprioritaskan.

"(Ungkapan terima kasih lainnya atas bantuan,) serta dukungan NU dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya, (karena) sudah membantu pemerintah dalam mengatasi masalah fundamental, (seperti) kesehatan, dan ekonomi, di masa pandemi ini," ungkap Joko Widodo.

Di sisi lain, dengan diluncurkannya TV NU, Presiden Joko Widodo juga meminta NU, untuk terus menyampaikan informasi yang akurat. "(Sehingga) diharapkan (TV NU) bisa menjadi media yang meneduhkan bagi seluruh masyarakat, memperkuat toleransi dan kebersamaan, dalam negara yang berbhineka tunggal ika, serta membangkitkan optimisme bangsa, dalam menghadapi setiap tantangan."

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo juga mengajak masyarakat untuk terus bekerjasama dalam menghadapi kesulitan saat ini. "(Di tengah pandemi dan banyaknya bencana alam), kita butuh kebersamaan, kolaborasi, gtong royong, dan cara hidup baru untuk mengatasinya."

Serupa dengan Presiden RI, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin, juga menyampaikan rasa syukurnya atas Harlah NU ke-98. Dalam harapannya juga, KH Ma'ruf Amin berdoa, semoga NU bisa semakin kokoh dan matang dalam meneguhkan komitmen kebangsaan. "Dalam memasuki kelahiran kedua ini, saya berharap NU sebagai salah satu gerakan perbaikan, dapat melakukan pembaharuan gerakan, perbaikan gerakan, dan penguatan gerakan."

Menyeimbangi perkataan Presiden RI, Ketua Lembaga Dakwah NU, KH. Agus Salim HS, mengajak para Nahdliyin untuk menyampaikan rasa syukurnya, bahwasannya Allah menetapkan Harlah NU di bulan Rajab. Di mana bulan ini, merupakan bagian dari bulan Haram yang didalamnya penuh dengan kedamaian.

Kemudian, guna menjaga misi NU dalam menjaga perdamaian, Kyai Agus mengajak Nahdliyin untuk senantiasa menyapa, mengajak, dan merangkul saudara sebangsa Indonesia dengan hati yang tulus, agar tetap berada di jalan yang Allah ridai, serta menjaga Indonesia untuk terus menjadi negara yang penuh dengan keteduhan dan kedamaian.

Selanjutnya, Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah yang telah menjaga NU sampai pada usia ke-98. "Dari banyak peristiwa yang dialami, alhamdulillah NU tetap tegar dan makin berkembang di berbagai negara, seperti Afganistan, ataupun Malaysia, (hal ini) sebagai pertanda bahwa organisasi jam'iyah dinniyah ijtimaiyah, NU ini diridai oleh Allah," ujarnya.

Sebagai salah satu organsasi sosial dan keagamaan terbesar di Indonesia, KH Akhyar mengajak Nahdliyin untuk terus menjaga kejayaan NU. "Jangan sampai kita tertipu dengan dua nikmat, pertama as-shihhah, atau kemampuan, kekuatan, (menjadi) terbesar dan mayoritas, dan yang kedua al-faragh, yang berarti kesempatan."

Adapun untuk Harlah NU ke-98, KH Akhyar mengajak Nahdliyin untuk menjadikan momen ini, sebagai keadaan untuk terus bersiap-siap, menjaga kebersamaan, dalam menempuh tantangan yang lebih besar. "Memperingati Harlah ke-98, (ingat bersama, bahwa) dua tahun lagi kita memasuki abad kedua, tentu tantangannya lebih berat daripada abad pertama."

Oleh karenanya, Kyai Akhyar berkata, bahwa lebih bijaksana, jika Harlah ini, dijadikan kesempatan untuk memperkuat mentalitas kerohanian, "Merefleksi 98 tahun yang kita alami, pahit getirnya sebuah perjuangan, sehingga sampai di sini adalah kenikmatan dari Allah yang paling besar."

Berikutnya, dalam Pidato Kebangsaan yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., beliau meminta Nahdliyin untuk terus mempererat kebersamaan, dan kerukunan.

"Jauhilah dari perpecahan, perselisihan, agar NU lebih berperan. (Kemudian, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi petunjuk melalui Alquran, tentang cara berorganisasi dan bernegara yang benar," ujar KH. Said.

Kemudian, membahas tentang masa depan bangsa, KH. Said menyampaikan bahwa pemerintah dan negara perlu memperhatikan masa depan anak bangsa, melalui pendidikan dan kesehatan.

"Pemerintah, negara, harus betul-betul memperhatikan masa depan bangsa ini, dengan mengutamakan kualitas sistem pendidikan (di Indonesia), dan kedua, kesehatan. (Di tengah pandemi ini, kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang aktivitas harian serta menjalani beribadah dengan sempurna)," jelas KH. Said.

Beranjak dari hal itu, dalam sambutan yang dibawakan oleh Wakil Ketua DPR RI, Dr. Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, beliau menyampaikan selamat atas Harlah NU ke-98, dan berdoa, semoga Allah terus memberikan hidayah pertolongan serta kesuksesan dan kebangkitan bagi NU di masa yang akan datang.

"(selain itu), kita bersyukur dan berbahagia, alhamdulillah saya menjadi saksi sejarah, semua orang dari kalangan apapun, sudah mencintai NU. Semua orang (ingin) mengaku (menjadi) bagian dari NU, karena ingin berakhlak seperti NU, dan ingin (menjadi bagian dari orang yang) memberi solusi dan kemaslahatan, dan kebaikan bagi umat, bangsa dan negara," seru Muhaimin.

Disamping itu, Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D., dalam sambutannya juga menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah, yang telah memberi kesehatan, sehingga bisa menghadiri tahlil nasional peringatan Harlah NU ke-98.

"Kita sudah mendengar luar biasanya perjalanan sejarah ini, bukan hanya dalam bentuk pidato, melainkan dalam kenyataannya, NU hadir menjadi salah satu pilar penjaga terutama di Republik ini, menjadi sabuk pengaman perjalanan bangsa kita," ungkap Gubernur Anies.

Kemudian, dalam perjalanan bersejarahnya NU selama 98 tahun, Anies menyampaikan bahwa kedepannya, diharapkan NU bisa membangun persatuan keindonesiaan, di tengah ketimpangan yang terjadi saat ini. "Kedepan, (diharapkan) NU (bisa) terus menambahkan (persatuan keindonesiaan), dengan menjaga persatuan (meski) dalam ketimpangan," pintanya.

Persatuan di tengah ketimpangan yang ada merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Dengan pentingnya hal itu, Anies menyampaikan, bahwa persatuan harus dibangun dalam perasaan kesetaraan, persatuan membutuhkan perasaan keadilan.  "Karena itu, (dengan adanya) dorongan tadi, insya Allah NU (bisa senantiasa) jadi penggerak yang sangat efektif untuk ini, dan semua akan bangkit, membereskan ketimpangan ini, mengangkat yang dibawah, membesarkan yang kecil,"

Selain itu, Anies juga berdoa, bahwa dengan diluncurkannya TV NU dan Super Appsnya, semoga Allah bisa menjemput generasi muda yang akan memperpanjang kontribusi NU kepada bangsa, kepada umat, dan seluruh masyarakat di dunia.

Selanjutnya, dengan meningkatkan keberkahan pada acara Harlah NU ke-98, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, M.A., juga ikut berpartisipasi dalam melangitkan bait-bait doa, untuk kebaikan umat, bangsa, dan negara tercinta, Indonesia. (NF/NKM)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.