Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Subuh Istiqlal: Dua Nikmat Terindah, Menjadi Umat Muhammad dan Alquran Sebagai Pedoman

Admin 05 May 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Ust. KH. Hasanudin Sinaga, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Sungguh luas karunia dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai seorang mukmin, kita patut bersuka hati atas limpahan nikmat yang tak terhingga, yang dua di antaranya justru lebih berharga dari segala kemewahan dunia. Dalam Ilmu ulumul Qur'an, terdapat munasabah bainal ayah wal ayah, yang artinya keterkaitan indah antara satu ayat dengan ayat berikutnya, untuk mengukuhkan keagungan firman Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Yunus ayat 57:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Q.S. Yunus : 57)

Nikmat pertama yang wajib kita syukuri adalah nikmat menjadi umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau adalah nabi yang begitu mencintai umatnya. Dalam surat At-Taubah ayat 128, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ۝١٢٨

Artinya: "Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (Q.S. At-Taubah : 128)

Betapa besar harapan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam agar umatnya selamat di dunia dan akhirat. Bahkan di saat-saat terakhir hidupnya, menjelang sakaratul maut, yang beliau khawatirkan hanyalah nasib umatnya, bukan lagi perihal keluarga. Menjadi bagian dari umat beliau adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Allah Subhanahu wa Ta'ala mempercayakan urusan umat ini kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, yang memiliki sifat raufurrahim atau penyantun lagi penyayang. Namun dengan kerendahan hati, beliau menjawab, "Jikalau cintaku begitu besar pada umatku, maka cinta-Mu pasti jauh lebih besar."

Nikmat kedua yang Allah anugerahkan kepada kita melalui Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam adalah Al-Qur'an. Siapa pun yang memiliki keterkaitan dengan Al-Qur'an, niscaya Allah akan mengangkat kemuliaannya. Allah Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (Q.S. At-Taubah : 36)

Ayat ini masih menyebutkan empat bulan haram secara umum. Penjelasan lebih rinci mengenai nama-nama bulan tersebut terdapat dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Inilah salah satu fungsi penting hadits, yaitu memperjelas dan merinci apa yang masih bersifat umum dalam Al-Qur'an. Oleh karenanya, tidaklah patut bagi kita untuk hanya berpegang pada Al-Qur'an semata, melainkan hendaknya kita turut menjadikan hadits sebagai salah satu dasar hukum Islam, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hasyr ayat 7:

…وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ

Artinya: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (Q.S. Al-Hasyr : 7)

Hadits-hadits yang shahih, hasan, bahkan dhaif dalam batasan tertentu, memiliki peran dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Contohnya, bulan Ramadhan pada mulanya bukanlah bulan yang secara khusus diagungkan. Namun, karena Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan, maka bulan tersebut menjadi sayyidu syuhur atau pemimpin segala bulan. Malaikat Jibril 'alaihissalam pada dasarnya adalah malaikat yang mulia, namun karena beliau bertugas menyampaikan wahyu Al-Qur'an, maka beliau menjadi sayyidul malaikat atau pemimpin para malaikat. Demikian pula, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam diutus dengan membawa Al-Qur'an, sehingga beliau menjadi sayyidul anbiya iwal mursalin yakni pemimpin para nabi dan rasul.

Dengan dua nikmat agung ini, Allah menjadikan kita umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Sudah seharusnya kita senantiasa mensyukuri kedua anugerah tersebut, karena dengannyalah kita menjadi umat yang mendapatkan hidayah dan keimanan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Ali Imran ayat 91:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْ اَحَدِهِمْ مِّلْءُ الْاَرْضِ ذَهَبًا وَّلَوِ افْتَدٰى بِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ وَّمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَࣖ ۝٩١

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali tidak akan diterima dari seseorang di antara mereka tebusan sebesar bumi penuh emas, meskipun ia menebus diri dengannya. Bagi mereka azab yang pedih dan sekali-kali mereka tidak akan memperoleh penolong." (Q.S. Ali Imran : 91)

Ayat ini mengingatkan kita akan betapa berharganya nikmat iman. Banyak manusia yang kufur nikmat, hanya mensyukuri apa yang tampak di mata seperti materi, padahal di dalam diri mereka telah dianugerahkan nikmat yang jauh lebih besar, yaitu iman dan menjadi umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat iman dan kehormatan menjadi umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Semoga Allah menjadikan kita umat yang senantiasa bersyukur atas karunia-Nya, nikmat yang nilainya jauh melebihi dunia dan seisinya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. (LULU/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.