Jakarta, www.istiqlal.or.id - Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar acara Sharing Ulama dan Umara yang membahas tentang Vaksinasi Covid-19 untuk Kemaslahatan Umat, secara daring, Senin, 9 Agustus 2021.
Acara ini diselenggarakan mengingat adanya kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai angka 3,67 juta, dan dalam menekan laju kasus tersebut, pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk melaksanakan program vaksinasi yang diikuti oleh masyarakat dari segala kalangan.
Seperti halnya program vaksinasi yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) di Masjid Istiqlal pada Februari 2021. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, mengatakan proses kegiatan tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Seperti halnya Istiqlal yang efektif menghimpun masyarakat untuk melaksanakan proses vaksinasi," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, dalam sambutannya secara daring, Senin (9/8/2021).
Melihat hal tersebut, KH Nasaruddin Umar kemudian menilai bahwasannya ulama memang memiliki peran penting dalam menguasai hati masyarakat. "Bahasa agama itu lebih efektif untuk dilibatkan dalam berkomunikasi dengan masyarakat," lanjutnya.
Berikutnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI DR. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, juga membenarkan hal itu. "Betul, pelaksanaan vaksinasi memerlukan kerjasama semua pihak, termasuk peran ulama. Karena Masjid Istiqlal juga sudah lebih dahulu memberi contoh untuk melaksanakan vaksinasi."
dr. Maxi Rein juga menyebutkan tujuan vaksinasi bagi masyarakat untuk menghentikan laju kasus Covid-19, diantaranya untuk menurunkan kasus kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktifitas masyarakat.
Memperkuat hal itu, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar, MA memaparkan bahwasannya vaksinasi bisa dijadikan usaha dalam menghentikan penyakit yang diderita.
"Allah subhanahu wa'taala menciptakan segala sesuatu berlawanan. Misalnya ada sehat, ada sakit, ada hidup, ada mati, dan seterusnya. Maka disini, kita diperintahkan Nabi untuk merebut lima perkara sebelum datang lima perkara, diantaranya sehatmu sebelum datang sakitmu," jelas KH Agil.
Mengenai hal itu, KH Agil mengingatkan agar masing-masing dari kita terus berupaya dalam membentengi diri menjaga kesehatan dari segala penyakit, diantaranya Covid-19.
"Salah satu bentuk usaha yang bisa dilakukan ialah dengan melakukan vaksinasi. Patuhi juga protokol kesehatan. Itulah usaha kita untuk menghentikan laju kasus Covid-19 di negara kita, Indonesia," tutup KH Agil. (FAJR)
Humas dan Media Masjid Istiqlal
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.