Foto: Dok. Media Istiqlal

BPMI dan Kemenparekraf Bersinergi Jalani Program Wisata Halal

Admin 09 Apr 2021 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id-Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Jejaring Wisata Halal  guna membahas sinergi dan kerjasama antara kedua belah pihak, di Masjid Istiqlal, Jakarta, (7/4/2021). 

Hadir dari pihak Kemenparekraf dipimpin oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Deputi Bidang Pemasaran, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Direktur Produk Wisata Alam, Budaya dan Buatan, Direktur Promosi Wisata Minat Khusus, Direktur Wisata MICE.

Imam Besar Masjid Istiqlal mengawali pembicaraan tentang Masjid Istiqlal yang sekarang sudah selesai direnovasi selain sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat salah satunya pengembangan destinasi wisata religi. Beliau berujar "Masjid Istiqlal punya kekuatan tersendiri, karena masjid ini sudah menjadi ikon Indonesia. Kemudian, (Istiqlal juga banyak dikunjungi pejabat dari luar negeri). Kepala negara yang berkunjung ke Indonesia, diarahkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk pergi ke Istiqlal," ujar KH. Nasaruddin Umar.

Menuju kancah internasional, KH Nasaruddin Umar, menerangkan bahwa Masjid Istiqlal juga bisa menjadi jendela bagi turis yang ingin mengenal Indonesia. Karena dari segi arsitektur dan sejarah pembangunan, Masjid Istiqlal sudah mencerminkan Indonesia.

KH Nasaruddin Umar juga menjelaskan langkah Masjid Istiqlal ke kancah internasional sudah mulai berproses, yaitu dengan diadakannya dua program internasional pada program The New Istiqlal. "Diantaranya jaringan masjid Ibukota di Asia, dan jaringan imam sedunia, dimana Istiqlal jadi ketuanya."

Di sisi lain, KH Nasaruddin Umar  menyampaikan bahwa dengan Istiqlal yang go internasional, tidak lantas inspirasi yang dibawa harus mengikuti budaya timur ataupun barat, melainkan harus bernuansa Indonesia.

"Dekorasi Masjid Istiqlal itu harus berwajah Indonesia, bernuansa Indonesia, menjadi yang terbaik dengan khas Indonesia," pinta KH Nasaruddin Umar. 

Dengan ditampilkannya nuansa lokal di Masjid Istiqlal, menandakan bahwa sebagai masyarakat Indonesia, kita bangga dengan budaya yang dimiliki. "Betapa membanggakannya budaya kita bisa tergambar dari masjid yang kita banggakan," jelas KH Nasaruddin Umar.

"Kita bisa menjadi muslim yang terbaik dengan keunikan budaya kita. Jadi tidak harus mendandani diri dengan gaya luar negeri untuk terkesan internasional. Istiqlal harus hadir sebagai vigur yang benar-benar Indonesia," lanjut Imam Besar Masjid Istiqlal.

Adapun kegiatan yang bisa dikerjasamakan antara BPMI dan Kemenparekraf, diantaranya ada produk halal. "(Hal ini didasari karena) kita negara terbesar muslim, tapi sekarang masih menjadi konsumen dari penjualan produk  negara yang mayoritasnya bukan umat muslim."

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.