Foto: Dok. Media Istiqlal

Asia Pacific 2025 Chaplaincy Symposium: Membangun Perdamaian dan Kesatuan melalui Kolaborasi Antaragama

Admin 31 Jan 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, 29 Januari 2025, www.istiqlal.or.id - Badan Pengelola Masjid Istiqlal menerima kunjungan secara resmi dari 100 delegasi para Pejabat Bintal dari 29 negara kawasan Asia Pasifik dan Non-Pasifik, di Ruang VIP Al Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (29/1/2025).

Kunjungan ini merupakan rangkaian dari berlangsungnya kegiatan Asia Pacific 2025 Chaplaincy Symposium dengan tema "Fostering Peace And Unity Through Interfaith Collaboration In The World".

Diawali dengan audiensi, kunjungan ini diterima dengan baik oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar.

Mengenai tema kegiatan APCS 2025, Nasaruddin juga berkesempatan menyampaikan terkait pentingnya kolaborasi antaragama dalam membangun perdamaian dan kesatuan di dunia.

Hal tersebut menjadi penting karena Nasaruddin menyebutkan bahwasannya kondisi perang dan konflik menyebabkan adanya korban yang berjatuhan baik manusia maupun lingkungan hidup. "Untuk satu atau lain hal, kondisi ini mungkin disebabkan oleh keserakahan yang ada dalam pikiran dan perilaku kita. Atau, sisi kemanusiaan kita yang sedang mengalami gangguan," paparnya.

Untuk itu Nasaruddin menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas agama, yaitu dapat menyuarakan rasa saling pengertian, mendorong empati, menemukan titik temu sehingga dapat mengurangi tensi dan konflik, mendorong kolaborasi serta membangun kepercayaan.

Adapun implementasinya dalam program Kementerian Agama,  Nasaruddin memaparkan penerapan kurikulum cinta yang bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai cinta kasih dan toleransi sejak dini sehingga menghindari adanya potensi konflik yang muncul dari ajaran agama.

“Jadi itulah yang saya maksudkan Kurikulum cinta. Bagaimana mengajarkan agama, tapi tidak mengajarkan kebencian kepada orang beragama lain. Tapi juga jangan sampai menyamakan semua agama, itu juga sama-salahnya. Tetap lah, agama mereka, agama mereka, agama kita, agama kita,” jelas Menag.

Kunjungan ini ditujukan untuk mempererat hubungan antaragama dan mempromosikan toleransi dan kesatuan, serta menandai komitmen para peserta untuk membangun jembatan antaragama dan mempromosikan perdamaian dan kesatuan di dunia.

Acara Asia Pacific 2025 Chaplaincy Symposium ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam membangun perdamaian dan kesatuan di dunia melalui kolaborasi antaragama.

Dipimpin oleh Kadisbintalal yaitu Brigadir jenderal TNI (Mar) Sandy Muchydien Latief, S.IP., acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 29 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Perancis, Spanyol, Kanada, Fiji, Myanmar, Timor Leste, Jepang, Ghana, Arab Saudi, Inggris, Qatar, Afrika Selatan, Malaysia, India, Turki, Brasil, Pakistan, Papua Nugini, Laos, Filipina, Kenya, Sri Lanka, Kamboja, Rusia, Royal Navy, Vietnam, dan Thailand.

Selain audiensi, para peserta juga turut dipandu oleh Kepala Sekretariat LPTIQ Laksamana Pertama (Pur) Asep Saepudin, untuk berkeliling melihat keindahan Masjid Istiqlal, dan juga melangsungkan ibadah shalat zuhur.

Setelahnya para peserta melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral, melalui Terowongan Silaturahmi. (Fatikhah/ Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.