Jakarta, www.istiqlal.or.id - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan Madrasah Istiqlal Jakarta (MIJ), Pembina apel HSN 2025, Kabid Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) KH Mulawarman Hannase, mengingatkan peserta apel untuk meneladani lima karakter santri.
Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, KH Mulawarman menyebutkan lima karakter santri yang harus dimiliki ialah sebagai berikut,
1. Karakter Pejuang (Jihad)
KH Mulawarman menyebut karakter pertama yang melekat pada santri dan senantiasa perlu diteladani ialah karakter pejuang, karakter jihad. "Santri yang paling terdepan membela negara kita," ungkapnya, di hadapan peserta apel, di Teras Raksasa Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Rabu (22/10/2025).
2. Karakter Akhlakul Karimah
Karakter akhlakul karimah, menurut KH Mulawarman merupakan karakter utama para santri. "Di MIJ dan tentunya Pesantren seluruh Indonesia, diajarkan adab terhadap guru, kita menghormati, bersalaman, untuk menjalankan ajaran agama yaitu takzim, menghormati dan akhlakul karimah."
Di masa yang banyak tantangan ini, KH Mulawarman juga berpesan agar santri harus hadir sebagai agen dan aktor untuk memperbaiki akhlak anak-anak khususnya di Indonesia.
3. Karakter Ilmu Pengetahuan
Bab yang paling utama di Pondok Pesantren, yang senantiasa diajarkan guru kita adalah ilmu pengetahuan. "Kitab ada dua macam, kita kuning sebagai presentasi kitab ilmu agama, dan ilmu pengetahuan. Santri saat ini sudah hebat menguasai ilmu agama dan pengetahuan,"
4. Karakter Kemandirian
Karakter kemandirian, menurut KH Mulawarman juga merupakan ciri khas para santri di pondok pesantren. "Oleh karena itu kami mengapresiasi MIJ yang sudah menginisiasi boarding school, di sini kita belajar kemandirian, mengatur kehidupan sehari-hari, sehingga ke depan ketika dewasa bisa tangguh menghadapi tantangan-tantangan besar di masa depan," paparnya.
5. Karakter Inklusif, Terbuka dan Toleran
Karakter yang kelima ialah, santri itu harus imklusif, terbuka, toleran baik terhadap sesama umat Islam maupun umat beragama yang lain. "Di Istiqlal banyak pemahaman yang mungkin berbeda, di sini santri memiliki kelebihan untuk beradaptasi terhadap perbedaan," jelas KH Mulawarman.
Dengan lima karakter santri tersebut, KH mulawarman berharap para santri di Istiqlal khususnya dan seluruh Indonesia umumnya dapat menjadi santri yang sejati, bertakwa, berilmu, tangguh, dan patriot.
"Mudah-mudahan anak-anak sekalian bisa menjadi santri yang sejati, tangguh, memiliki kecintaan kepada negara, akhlak yang mulia, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, kemandirian dan sifat yang terbuka. Sehingga pesantren yang jumlahnya lebih dari 40.000, sudah berdiri sejak abad 1975 abad ke-18 sebelum Indonesia merdeka, terus bisa berkontribusi untuk negara kita, mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia," jelas KH Mulawarman. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.