Foto: Dok. Media Istiqlal

BPMI Selenggarakan Bedah Buku Generasi Terakhir

Admin 23 Sep 2021 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Perubahan iklim seperti meningkatnya suhu permukaan bumi, kenaikan permukaan air laut, serta cuaca yang semakin sulit diprediksi, telah menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup dan peradaban umat manusia di seluruh dunia.

Gangguan yang terjadi akibat perubahan iklim tidak hanya terlihat pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, namun juga terhadap kehidupan spiritual manusia dalam melaksanakan ibadah. 

Melihat gentingnya dampak yang ditimbulkan, Penulis Buku Generasi Terakhir Dr. Fachruddin Mangunjaya, M.Si., menumpahkan kegelisahan dan gagasannya dalam buku Gagasan Terakhir, yang didalamnya membahas akulturasi ajaran Islam dan peranan umat Islam dalam memberikan solusi terhadap dampak perubahan iklim global.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala firmankan dalam QS. Ar-Rum [30]: 41, artinya sebagai berikut.

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum [30]: 41).


Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, juga mengungkapkan bahwasanya diciptakannya manusia oleh Allah subhanahu wata'ala ialah sebagai khalifah. Sehingga harus bertanggung jawab untuk menjaga bumi. 

"(Oleh karenanya jika) manusia mengelola bumi dengan baik (maka) bumi bisa berumur panjang, tapi kalau sembrono, maka buminya akan cepat tua, sebagaimana foto cover yang dipakai pada buku buminya nampak kempes," ujar KH Nasaruddin, dalam sambutannya di acara Bedah Buku yang diselenggarakan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bekerja sama dengan Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI-UNAS) dan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Berikutnya KH Nasaruddin juga memaparkan mengenai pesan yang terkandung dalam buku 'Generasi Terakhir', yaitu peran manusia sangat penting dalam menjaga bumi. "Agar bumi berumur panjang, dan peran manusia sangat penting, mari kita mengambil hikmah."

Guna mengetahui latar belakang pemikiran penulis dalam membuat buku 'Generasi Terakhir', Fachruddin menjelaskan bahwasanya latar belakang buku ini dibuat atas rasa tertariknya dia dengan hubungan manusia dan alam.


"Saat masa SMA, saya diperkenalkan oleh orangtua tentang ayat dari Al-Qur'an yang terkait dengan cara melindungi makhluk hidup, bahwa agama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari," jelas Fachruddin.

Fachruddin juga menyebutkan, bahwasanya percakapan mengenai keterikatan manusia dan alam, seharusnya sudah digali sejak dahulu. "(Karena dengan mengetahui hubungan manusia dan alam) kita bisa berkontribusi untuk (menjaga) alam."

Menanggapi karya Fachruddin, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Unas Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., sangat mengagumi pembahasan yang dipaparkan. "Dari segi tulisannya juga nyaman dibaca karena ditulis dengan bahasa yang semi populer, bahkan jika bukan orang (yang berkutik di bidang) lingkungan, Walaupun dilengkapi dengan data-data ilmiah."

Buku 'Generasi Terakhir' juga diakui bisa meningkatkan rasa peduli kepada lingkungan. "Dengan buku ini, menurut saya, bisa membawa kita pada situasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Sebelumnya kita acuh, tapi saat membaca menjadi terajak, tergelitik untuk lebih peduli kepada sekitar," terang Ernawati.

Ernawati juga menyampaikan pandangannya terkait judul buku yaitu 'Generasi Terakhir', hal tersebut sesuai dengan kalimat dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, bahwasanya generasi saat ini tidak boleh mengharapkan adanya generasi lain untuk bertindak dalam menyelamatkan bumi. 


"Kita tidak boleh mewarisi kerusakan pada anak cucu. Oleh karenanya saya berharap apa yang diimbau dan disampaikan pak Fachruddin dalam buku ini bisa menginspirasi kita agar lebih aktif dalam bidang masing-masing untuk menjaga kelestarian bumi."

Selengkapnya, acara bedah buku 'Generasi Terakhir' dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diisi oleh Director Faith for Earth United Nation Environmental Program (UNEP) Dr. Iyad Abumoghli, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Nasional Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., Dirjen Penanggulangan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ir. Lakshmi Dhewanthi, MA, MUI/Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an-PTIQ Dr. Nur Arfiyah Febriyani, M.A., Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Heri Wibowo, dan Penulis Buku Generasi Terakhir Dr. Fachruddin Mangunjaya, M.Si. 

Turut hadir Kepala Bidang (Kabid) Peribadatan, KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA, Kabid Pendidikan dan Pelatihan KH. Faried F. Saenong, Ph.D., Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Laksamana Pertama TNI (Pur) Asep Saepudin, Kabid Riayah Irjen Pol (P) Dr. H. M. Said Saile, M.Si, Kabag Kerjasama dan Keuangan, Dr. N. E. Fatimah Azzahra, M.Si., dan para pimpinan BPMI lainnya. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.